The Story of Us : Now All Is Felt Different #9

Image

Sibuk banget nih baru sempet ngepost sekarang, hehehe..

Ini gak diedit lagi, jadi muup ya kalo ada typo2 nya :p

 

***

 

 

Alex Marquez memeluk Adel untuk yang pertama kalinya. Hanya saja, kondisinya tidak tepat. Dan sekarang Adel sedang berada di kamar Alex.

Sehabis membuat teh hijau untuk dirinya sendiri, Alex memandangi Adel yang masih terlelap.

“Mungkin dia lelah,”  batin Alex sambil menyibak rambut Adel yang menutupi mukanya. Gadis itu terlihat menarik meski terlihat berantakan. Bahkan bajunya pun belum diganti sejak tadi. Matanya, hidungnya, bibirnya… Sedetik kemudian muncul hasrat dalam diri Alex secara tiba-tiba.

Sebuah keberanian melintas dalam pikiran laki-laki bertubuh jangkung itu. Ini saat yang mendukung, Alex! Perlahan Alex mulai mendekatkan wajahnya kearah Adel. Mengusap pipinya lembut dan mulai maju lebih mendekatinya.

Sedikit lagi! Sedikit lagi bibir mereka akan berpagutan kalau saja Alex tidak mendapati kembali kesadarannya. Astaga.. Apa yang baru saja ia lakukan? Sungguh konyol.

 

“Dani.. Dani mana?” Baca lebih lanjut

The Story of Us : Feels Half of My Life was Lost #8

Gambarcomeback again 😀

selamat membaca aja ya 🙂

nataadiva26

 

***

 

 

00.43 a.m
Adelaide terbangun dan melihat jam di layar ponselnya. Ia merasa haus. Lalu ia turun dari ranjang dan mengambil minum di depan.
Sesudah itu Adel kembali ke kamarnya.
“Hoamm..” Adel menguap menahan kantuk. Begitu melihat pintu kamar terbuka, ia langsung masuk dan tidur dengan posisi melintang.
Sedikit tidak nyaman. Namun rasa kantuk membuatnya pulas dalam sekejap.

Dani Pedrosa, yang saat itu baru selesai menonton pertandingan bola bersama Casey Stoner di ruang keluarga langsung beranjak ke kamar tamu. Baru saja ia akan merebahkan tubuhnya ketika ia melihat Adelaide menguasai tempat tidurnya. Ralat, tempat tidur yang di sediakan untuknya.
“Bagaimana bisa dia ada disini?” Dani kebingungan sembari melihat Adel. Sekarang ia mau tidur dimana?
“Apa aku gendong aja ya?” tanyanya lagi, yang ditanya malah membalikkan badannya.
Dani naik ke atas ranjang, bermaksud menggendong gadis itu kembali ke kamarnya. Akan tetapi baru saja kakinya terangkat, Adel mendesah dan sedikit meronta. Dani mengurungkan niatnya. Kalau sampai Adel terbangun, pasti ia akan terjaga hingga larut malam.
“Tak apalah. Toh aku juga tidak melakukan apapun yang melanggar norma hukum,” kata Dani menyerah, lalu tidur di sebelah Adel. Baca lebih lanjut

The Story of Us : I Saved Her #7

Gambar

Holaholaa! Ini lanjutan ff nya. Selamat membaca aja ya, di resapi juga kalo perlu :p wkwkwk *apasih* Leave comment please 🙂

@nataa_diva

***

Jumat siang Adel pergi ke perpustakaan kecil di dekat sekolah. Ia suka membaca, jadi khusus hari jumat jika tidak ada keperluan Adel suka pergi ke perpustakaan ini.
Ruangannya tidak lebar, tapi tenang dan bersih. Membuat siapa saja betah membaca berlama-lama disitu.
Dalam waktu 3 jam, Adel sudah membaca 2 novel. Setelah novel terakhir habis dibacanya, Adel pamit kepada penjaga perpustakaan yang sudah lama dikenalnya itu.
Adel mampir ke kedai Starbuck sebelum pulang ke rumah. Dulu ia sering kesini bersama Laura. Tapi sekarang Adel bahkan mulai tidak menyukai sahabatnya itu. Memfitnahnya? Untuk apa? Karena Marc terobsesi padanya kah?
Ia sudah meluruskan masalahnya secara baik-baik dengan Marc dengan kepala dingin. Marc juga mencurigai ada yang salah dengan cerita Laura.
Saat Marc sudah bisa berpikir jernih, ia tahu Adel memang benar-benar tidak membatalkan janjinya hanya karena seorang Dani Pedrosa.
Dan sekarang Marc benar-benar ingin memiliki Adel. Gadis itu gadis idamannya! Ia yakin bisa merebut Adel dari Dani.
Adel menghembuskan nafasnya. Untuk apa mengingat sahabat yang menusukmu dari belakang? Baca lebih lanjut

The Story of Us : Something Threatens Her #6

Gambar

Oke, ini postingan tengah malem. Siapin kesabaran extra ya buat baca kelanjutannya, hahaha.. soalnya bakalan panjang entah sepanjang apa. Selamat membaca aja 🙂

#nataa_diva

***

“Brughh!”
Adel jatuh pingsan saat pelajaran berlangsung. Suasana kelas menjadi gaduh.
Petugas P3K membawa Adel ke ruang UKS. Laura, dan Alex. Sebenarnya Laura enggan membantu Alex membawa Adel ke ruang UKS, tapi karena dirinya yang diberi tanggung jawab maka mau tak mau ia harus menjalankannya.
Begitu Adel di baringkan diatas tempat tidur, Laura segera berlalu meninggalkannya. Hanya ada Alex dan Adel sekarang.

***

Adel merasa kepalanya berputar hebat. Segala sesuatunya menjadi kabur sebelum akhirnya semua menjadi gelap.
Begitu ia sadar, ia tidak ada di ruang kelas lagi, melainkan di ruang UKS.
Adel menyipitkan matanya. “Dani?” erangnya lemah.
“Tadi aku nelpon kamu, lalu Alex yang mengangkatnya. Dia ngomong kalau kamu pingsan. Jadi aku langsung kesini,” jelasnya tanpa di minta.
Rupanya ponsel Adel lupa di silent, Alex yang mendengar ponsel Adel berdering tergerak untuk mengangkatnya. Baca lebih lanjut

The Story Of Us : Everything Seems Wrong #5

cove2r

Holaa! Baru bisa ngepost ff nih. Hehehe… kalo rada ga beres, harap maklum ya :p ga biasa main blog soalnya. Entah gimana jadinya postingan ini, haha!! yaudah deh, selamat membaca aja ya 😀 -nataadiva26-

***

“Adelaide!”

Adel mengedarkan pandangannya mencari sumber suara. Marc Marquez?

Rupanya laki-laki itu menunggu dirinya di gerbang sekolah. Adel berlari kecil menghampiri Marc.

“Masih ada urusan lain?” Marc bertanya dengan nada datar.

“Gak, emang kenapa?” jawab adel sedikit gusar.

“Kalau begitu, aku ingin mengajakmu makan siang. Tidak ada alasan untuk menolak, masuk ke dalam,” kata Marc yang langsung masuk ke dalam mobil. “Asem, terus aja berbuat sesuka hatimu. Makhluk rese!” umpat Adel kesal, tentu saja dalam bahasa Indonesia. Sepanjang perjalanan, Adel lebih banyak diam. Perlahan gadis ini mulai tidak menyukai Marc. Tapi terselip dalam lubuk hatinya, sosok Marc membuatnya tenang. Seolah dia adalah seorang kakak baginya. Namun ia cepat-cepat menampik pikiran konyolnya itu. Kakak? Mati saja ia jika menjadi adiknya, Alex pun Adel yakini tidak akan tahan dengan sifat egois kakaknya.

“Kemarin kamu kemana?” Marc memecah keheningan.

“Sekolah. Kan aku udah bilang sama kamu,” Adel menjawab sambil terus memperhatikan jalan di sampingnya.

Marc tertawa sinis. “Sekolah atau ke Cafe bersama Dani?”

“Pulang dari sekolah dia nganter aku pulang, aku juga gak tau dia mau ngajak ke cafe. Masalah terusnya?” Adel mendelik dengan pandangan tak suka.

“Masalah banget! Kamu batalin janji karena dia yang ngajak kamu makan? Iya,kan?!” Nada suara Marc tambah meninggi.

“Anjir!” makinya dalam bahasa Indonesia, bahasa yang selalu di pakainya jika sedang marah. Baca lebih lanjut

The Story Of Us : Now You’re Mine #4

cove2r

Author :

@Nataa_diva

Cast :

Adelaide Alessandra, Laura Amberita, Kamila Rosabel, Daniel Pedrosa, Marc Marquez, Alex Marquez, Casey Stoner

Genre :

Friendship, Relationship, Konyol, Campur aduk kayak cendol.

“Papi aku pergi dulu,” pamit Adel setelah ia selesai makan malam.

“Mau kemana?” Casey bertanya sambil mengelap mulutnya.

“Perpus sekolah, menjalankan hukuman.” Adel nyengir lebar selebar-lebarnya.

“Ya sudah. Jangan lupa bawa kunci rumah dan jangan pulang larut malam, oke?” pesan Casey yang disambut dengan anggukan Adel.

Adriana memasukkan sebotol susu yoghurt ke dalam tas Adel. Sesudah itu Adel segera pergi ke sekolah.

***

Jarak dari rumah ke sekolah tidak begitu jauh. Adel memilih untuk berjalan kaki. Meskipun sebenarnya belakangan ini ia agak takut jalan sendirian saat hari sudah mulai gelap.

Kurang lebih berjalan 5 blok, Adel sampai ke sekolahnya. Setelah mengucapkan salam pada satpam, ia segera berlari kecil menuju ruang perpustakaan.

Sekolah ini memang masih dipadati beberapa murid di malam hari. Ada yang kerja kelompok, bereksperimen di laboratorium, dan juga mencari bahan di perpustakaan. Baca lebih lanjut

The Story Of Us : A Friend Becomes A Rival #3

cove2r

Author :

@Nataa_diva

Cast :

Adelaide Alessandra, Laura Amberita, Kamila Rosabel, Daniel Pedrosa, Marc Marquez, Alex Marquez, Casey Stoner

Genre :

Friendship, Relationship, Konyol, Campur aduk kayak cendol.

Marc Marquez harus puas berada di posisi ketiga. Ia bersama Daniel Pedrosa dan Casey Stoner naik ke atas podium.

Begitu mereka berada di tempat masing-masing, lagu kebangsaan pun diputar. Lagu kebangsaan Australia berkumandang. Casey menyeka keringat di pelipisnya. Ada perasaan bangga memenangkan balapan di kandang sendiri, terlebih lagi tahun ini adalah tahun terakhirnya berkecimpung dalam dunia MotoGP.

Di sebelahnya, Dani mengarahkan pandangannya ke bawah. Terlihat ia sedang mencari seseorang.

Bingo!

Ia menemukannya. Sesosok gadis berambut hitam mudah ditemui di sini mengingat hampir sebagian besar orang-orang di sini berambut pirang. Postur tubuh Adel terbilang kecil, dengan mata coklat dan rambut hitam yang tidak di cat. Adel lebih menyukai rambut hitamnya dibandingkan dengan warna pirang.

Dani langsung melambai kearah gadis itu dan tersenyum. Dari kejauhan Adel membalas lambaiannya. Setelah itu Adel beranjak pergi dan menghilang di antara kerumunan orang.
Tidak ada yang menyadari Dani melambai kepada siapa terkecuali Marc. Sejak tadi Marc terus memperhatikan gerak gerik Dani. Adel. Ada apa antara Dani dan Adel? Mengapa mereka terlihat sedekat itu?

“Jika ada apa-apa di antara mereka, aku tidak akan membiarkannya. Bersaing pun akan kulakukan. Adel harus menjadi milikku. Tak tahu apa yang merasuki pikiranku saat ini, tapi aku hanya menginginkan dia!” batin Marc mengepalkan tangannya keras sampai buku-buku jarinya memutih. Baca lebih lanjut

The Story Of Us : When The Love Begins #2

cove2r

Author :

@Nataa_diva

Cast :

Adelaide Alessandra, Laura Amberita, Kamila Rosabel, Daniel Pedrosa, Marc Marquez, Alex Marquez, Casey Stoner

Genre :

Friendship, Relationship, Konyol, Campur aduk kayak cendol.

“Mau jadi UG-ku?” celetuk Dani.

Kontan saja muka Adel merah karena malu.

“Hah?”

Dani memandang Adel, lalu tertawa kecil.

“Kamu lucu. Mau jadi UG-ku, gak?” tanya Dani lagi.

“Memangnya kamu belum punya UG?”

“Udah. Ya belumlah, kalo gak ngapain aku nanya kamu coba,” Dani menjitak kepala Adel yang langsung disambut dengan cubitan ala kepiting ganas di tangan Dani.

Perlu diakui, Adelaide memang suka lemot kalau sedang gugup. Seperti sekarang ini.

Adel berpikir sejenak. “Bolehlah.”

“Bener nih? Mulai Valencia 2 minggu lagi ya!” kata Dani.

“Berani bayar berapa, hah?” Adel bangun dari bangku taman, berjalan ke pinggir kolam.

“Apa katamu? Banyak yang ingin menjadi UG-ku walau tanpa bayaran sekalipun,” dengus Dani pura-pura kesal. Baca lebih lanjut

The Story Of Us : Is That Love? #1

cove2r

Hai… Hai… *lambai-lambai geje* aku datang lagi sambil membawa cerita fresh yang baru keluar oven *panas kalik kalo keluar dari oven, tapi bodo ah*. Ini karangan emak tercinta aku yang bernama Nata. Kalo mau kenal, yo wess silahkan follow akun twitter @nataa_diva Happy reading ya….

Author :

@nataa_diva

Cast :

Adelaide Alessandra, Laura Amberita, Kamila Rosabel, Daniel Pedrosa, Marc Marquez, Alex Marquez, Casey Stoner

Genre :

Friendship, Relationship, Konyol, Campur aduk kayak cendol.

“ADELAIDE!!”

Sebuah suara menggelegar memenuhi ruangan kelas 12 IPS 2. Semua mata langsung tertuju ke belakang.

Adel, anak berambut hitam yang duduk di barisan belakang itu pun sontak berdiri sambil menahan malu.

“Ketiduran lagi sekarang,” batinnya lemas.

Dalam 3 kelas Adel sudah ketiduran 2 kali.

“Berdiri di depan kelas sekarang!” bentak Mr. Cal dengan muka yang mirip harimau kelaparan itu.

“Hah? Berdiri di depan? Yang bener aja,” Adel mendesah dalam hati. Biasanya ia akan membangkang pada semua guru, kecuali yang satu ini. Ia ingat dulu Casey Stoner, ayahnya, pernah dipanggil hanya karena Adel menolak disuruh menyapu sekolahan.

“Baiklah.”

Dengan lemas Adel berjalan ke depan kelas. Ia berdiri di pojok dekat lemari, mengangkat sebelah kakinya, dan… “Plopp!”

Ia meniup permen karetnya santai dengan mata terpejam dan ia lupa bahwa ia sedang dihukum di depan kelas.

“ADEL!!!”

***

“Jadi kamu kena marah Mr. Cal yang mengerikan itu?” tanya Laura tertawa puas.

“Kenapa kamu tertawa? Ini semua karena ulahmu, tau?” Baca lebih lanjut