The Story of Us : Something Threatens Her #6

Gambar

Oke, ini postingan tengah malem. Siapin kesabaran extra ya buat baca kelanjutannya, hahaha.. soalnya bakalan panjang entah sepanjang apa. Selamat membaca aja🙂

#nataa_diva

***

“Brughh!”
Adel jatuh pingsan saat pelajaran berlangsung. Suasana kelas menjadi gaduh.
Petugas P3K membawa Adel ke ruang UKS. Laura, dan Alex. Sebenarnya Laura enggan membantu Alex membawa Adel ke ruang UKS, tapi karena dirinya yang diberi tanggung jawab maka mau tak mau ia harus menjalankannya.
Begitu Adel di baringkan diatas tempat tidur, Laura segera berlalu meninggalkannya. Hanya ada Alex dan Adel sekarang.

***

Adel merasa kepalanya berputar hebat. Segala sesuatunya menjadi kabur sebelum akhirnya semua menjadi gelap.
Begitu ia sadar, ia tidak ada di ruang kelas lagi, melainkan di ruang UKS.
Adel menyipitkan matanya. “Dani?” erangnya lemah.
“Tadi aku nelpon kamu, lalu Alex yang mengangkatnya. Dia ngomong kalau kamu pingsan. Jadi aku langsung kesini,” jelasnya tanpa di minta.
Rupanya ponsel Adel lupa di silent, Alex yang mendengar ponsel Adel berdering tergerak untuk mengangkatnya.

“Pulang yuk. Semua barang-barang kamu udah aku taruh di loker, kunci loker ada di aku. Kamu udah makan?” kata Dani.
Adelaide tidak menjawab. Lemas. Hanya itu yang ia rasakan.
Dani memutuskan untuk menggendong Adel ke mobilnya. Kalau dibiarkan saja, bisa tunggu diusir baru pulang.

***

“Kamu kenapa?” tanya Dani, ada kecemasan dalam nada suaranya.
Selama di perjalanan tadi hanya ada keheningan. Macam kuburan angker yang membuat siapa saja berada disekitarnya ingin mati ditempat.
Adel menggeleng pelan. Air mata mulai membasahi pipinya.

Gadis itu menangis, dan Dani merasa itu karena perbuatannya.
Dani yang duduk di pinggir ranjang mengelus kepala Adel pelan.
“Apa itu semua bener?” tanya Adel tiba-tiba.
“Apanya?” Dani bingung.
“Kemarin.. kamu kemana aja? Gak ngabarin aku sama sekali.. aku..,” kata Adel diantara isak tangisnya lalu melanjutkan, “aku denger kemaren kamu sama..”
Kalimatnya terhenti. Ah! Dani tahu sekarang.
“Oke, dengarkan aku, Adelaide. Kemarin aku sangat sibuk, bahkan aku tidak makan seharian. Begitu urusanku selesai, sudah terlalu malam untuk mengabari kamu. Soal gadis itu, dia adalah fans gila yang membayar managerku untuk bisa merecokiku sepanjang hari.”
“Ada lagi yang perlu ku jelaskan?” tanya Dani dengan senyum termanisnya.
“Tidak.. Maaf,” ucap Adel lirih. Bodoh! Mengapa ia tidak mempercayai Dani? Bukan bertanya dulu malah bersikap seperti anak kecil begini.
“Tidak perlu meminta maaf, salahku tidak memberi tau sama sekali kemarin,” Dani menyeka sisa air mata di pipi Adel.
Kemudian memeluk gadis yang ia rindukan itu. Adel pun merasa nyaman.
“Jangan pernah lepaskan aku. Kumohon…” pintanya dalam hati.

***

Dani menatap gadis di hadapannya itu heran. Rupanya Adel tidak makan seharian. Pantas saja ia mampu menghabiskan makanan sebanyak ini dalam waktu singkat.
Sebenarnya Dani agak kesal melihat Adel berbuat seperti ini. Tidak makan seharian hingga pingsan di sekolah.
Tapi mengingat semua itu karena ulahnya maka Dani diam saja.

“Kenapa melongo gitu?” tanya Adel setelah ia menyeruput tetes terakhir lemon squash nya.
“Ah, gak apa-apa,” jawab Dani. “Kamu belum makan setahun ya?”
Dani cengengesan. Adel menjulurkan lidahnya.
“Kalo iya kenapa?’
“Lain kali, jangan begini lagi ya. Jangan menyakiti dirimu sendiri.. sayang,” kata Dani sambil mengelus kepala Adel.
Satu hal yang bisa menenangkan perasaannya adalah dengan menyentuh kepalanya. Dan Dani tahu itu, maka ia selalu melakukannya jika Adel sedang marah atau hanya sekedar iseng.

***

Matahari mulai terbenam. Aktivitas malam mulai berjalan. Hiruk pikuk di Canberra yang merupakan ibukota Australia itu meningkat pada malam hari.
Semua pusat perbelanjaan berlomba-lomba menarik perhatian penduduk lokal maupun turis asing dengan memajang hiasan lampu warna-warni.
Demikian juga dengan salah satu bar mewah yang terletak ditengah kota. Sayup-sayup suara musik terdengar ketika melewati bar kelas atas itu.
Didalam bar, suasana sangat ramai. Hingar bingar kehidupan malam ada disini.
Stefan Bradl, seorang bos besar sedang duduk di sudut ruangan. Ia terlihat seperti menunggu seseorang. Ia meneguk wine yang baru saja dipesan.
Tak lama pintu masuk terbuka, Bradl melambaikan tangan untuk menarik perhatiannya.
Seorang wanita, dengan rambut panjang dan pakaian sexy nya berjalan kearah Bradl.

“Sudah menunggu lama? Maaf aku terlambat,” bisik wanita itu di telinga Bradl.
“Tak apa sayang, sekarang katakan apa yang kamu inginkan,” Bradl membelai manja wanita itu.
Wanita itu menyodorkan selembar foto. Seolah mengerti, Bradl memanggil anak buahnya.

“Ada tugas yang harus kalian kerjakan besok. Ini, lihat baik-baik. Jangan sampai salah orang,” kata Bradl.
Dua anak buahnya mengangguk, lalu meninggalkan Bradl bersama dengan gadis itu.

“Kau yakin mereka mampu merencanakan sesuatu yang dapat merusak hubungan mereka?” wanita itu bergelayut mesra di lengan Bradl.
“Mereka berkelas, tenang saja. Lebih baik lupakan soal itu dan temani aku bersenang-senang malam ini,” Bradl menenggak gelas terakhirnya lalu bangkit berdiri disusul wanita itu.

***

Dani baru saja selesai pemotretan. Semenjak Dani mengenal Adel, dirinya lebih sering mencari kesibukan agar bisa tinggal lebih lama di Australia.
Minggu nanti ia harus terbang ke Spanyol untuk seri MotoGP di Valencia. Tentu saja Adel ikut bersamanya, Adel kan sudah dikontrak untuk menjadi UG nya.
Saat tengah malam, Dani pulang melintasi pusat perbelanjaan yang perlahan mulai sepi. Dani sedang melihat-lihat sekitar ketika matanya menangkap seseorang yang baru saja keluar dari bar bersama.. Bradl?
“Mengapa dia bisa bersama Bradl? Ada hubungan apa antara mereka?” gumam Dani fokus memperhatikan gerak-gerik orang itu.
Dan tiba-tiba saja perasaannya menjadi tidak enak.
Ada apa ini? Dani yakin ia merasakan adanya sesuatu yang tidak beres. Perasaan Dani boleh dibilang cukup tajam untuk merasakan sesuatu. Walaupun itu adalah sebuah hal yang kecil..

4 thoughts on “The Story of Us : Something Threatens Her #6

  1. pinter banget ya bikin pembaca jadi penasaran sama kelanjutan berikutnya.
    Gaya bahasa kamu bagus ya, ringan dan mudah dipahami.
    Gak bertele-tele juga jlan ceritanya,
    Dilanjut lagi ya postingannya😀

    Suka

  2. hahaha, suka digantungin sm org jd ikut2an ngegantungin yg lain :p
    canda dinkk..
    soalnya ini bakalan panjang, jd ada part yg dikit ada yg byk..
    okesipp, thankyou🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s