My Secret, His Son #16a

My Secret1 copy

Saat anak-anak lain sibuk bermain dan berlarian dengan sesamanya di area perkebunan, tampak seorang bocah kecil menepi dari kegiatan tersebut. Sebenarnya serangkaian kegiatan field trip hari ini telah usai. Mereka mendapat kesempatan untuk bermain-main sebentar sebelum kembali ke sekolah.

Miguel tidak sendirian. Di sebelahnya ada seorang pria dewasa yang sejak sejam lalu tak sekali pun melepas genggamannya dari tangan mungil Miguel. Boleh dibilang Marc menyita bocah itu dari teman-temannya.

Mereka berjalan menyusuri kandang-kandang sapi. Marc sesekali mengusap-usap gemas puncak kepala Miguel. Tak jarang mereka tertawa berbarengan.

Pemandangan tersebut tidak luput dari perhatian beberapa wanita di sudut lain. Di bawah rerimbunan pohon willow yang teduh, para wanita beristirahat di atas kursi panjang dengan sebuah meja piknik terbentang di hadapan mereka.

“Apakah kalian melihat ada sesuatu yang aneh?” tanya salah seorang dari mereka.

Miss Laurens lantas berhenti memasukkan jaket hitamnya ke tas dan kepalanya menoleh ke arah Miss Caroline. Rambut pirang ikal yang membingkai wajah ovalnya bergoyang saat terpaan angin mengenai bagian belakang tubuhnya. Baca lebih lanjut

My Secret, His Son #15

My Secret1 copy

Puji Tuhan setelah sekian lama gak nulis, akhirnya hari ini diberi kesempatan untuk mem-posting sebuah ff yang gak seberapa ini. Well, sejujurnya kurang pede. Nih ff mengandung unsur dewasa mennnnnnn. Jadi gak sehat banget bagi kalian yang masih di bawah umur baca yang beginian. Buat yang udah cukup umur, kuucapkan happy reading dan komentarnya ditunggu 😉

Matahari bersinar cerah setibanya bus yang ditumpangi anak-anak dan para guru di tempat tujuan. Semuanya menyerbu turun–kecuali para guru tentunya. Pekikan semangat terdengar dari bibir mungil mereka. Ada yang saling bergandeng tangan, merangkul bahu, dan ada juga yang usil mengerjai teman mereka. Semuanya tampak gembira siang itu.

Semua anak dikumpulkan sebelum diberi izin masuk ke perkebunan. Mereka diberi instruksi mengenai cara terbaik memetik buah stoberi oleh seorang instruktor.

Mereka mendengarkan dengan saksama walaupun masih ada satu atau dua orang anak yang sibuk dengan diri masing-masing dan menggoda teman mereka yang sedang berkonsentrasi mendengarkan instruksi. Ada yang iseng mencolek pinggang teman mereka, menggelitik leher belakang, dan menjaili teman mereka dengan cara menarik-narik rambut–khususnya yang anak cewek. Si teman yang menjadi korban kejailan mereka hanya menggerutu dan melemparkan tatapan kesal. Tak jarang ada juga yang membalas perlakuan mereka.

Setelah pemberian instruksi selesai, masing-masing dari mereka diberi sebuah keranjang mungil. Sangat kecil hingga beberapa anak-anak mengernyitkan kening. Baca lebih lanjut

My Secret, His Son #14

My Secret1 copy

Kayaknya udah lama banget ya MSHS gak di-update. Udah mulai basi nih. Kali ini aku kembali berduet dengan Kak Riza. Kakak yang satu ini emang Teope begete. TOP BANGET! Hihihi…. Thanks ya, Kak. *kecup basah* Dan sekarang saatnya kuucapkan selamat membaca dan jangan lupa tinggalkan komen atau jejak ya. Boleh komen di blog, Twitter, ataupun Facebook. Di mana pun kalian suka deh. 😉

Warning : Sejujurnya aku gak terlalu yakin sama part ini. Panjang banget soalnya dan sangat membosankan. Oh ya, kalo misalnya menemukan typo atau kesalahan penulisan, mohon dikoreksi ya 😉 Happy reading 😀

Adel tidak pernah merasa sesendirian ini. Tidak pernah bahkan ketika orangtuanya pergi ke luar negeri untuk menghadiri acara peluncuran produk terbaru perusahaan atau rapat guna memperlebar sayap perusahaan mereka di daratan Eropa, meninggalkannya sendirian di rumah dan hanya ditemani oleh seorang pengasuh yang setia mendampinginya. Ia berpikir saat itu ia masih memiliki pengasuh makanya ia tidak merasa kesepian. Rutinitas hidup seperti ini memang sudah biasa untuk kalangannya.

Sebenarnya ia merasa kesepian. Hidup di lingkungan aristokrat tak lantas membuatnya bahagia. Hidup bergelimang harta, namun tanpa cinta. Semua orang sibuk pada urusannya masing-masing. Bekerja dari pagi hingga malam demi mengumpulkan pundi-pundi kekayaan yang ia sendiri tidak mengerti untuk apa hidup bergelimang harta jika tubuh dan pikiran mereka diforsir habis-habisan. Adel sangat yakin dengan kekayaan yang dimiliki keluarganya sekarang tidak akan habis bahkan dimakan hingga tujuh turunan. Baca lebih lanjut

My Secret, His Son #11

My Secret1 copy

Jangan jadi pembaca gelap ya. Gelap-gelap itu gak bagus lho. Percaya deh. Hihihihi…. Happy reading 😉 😀

Laura memijat pelan keningnya dan sesekali mengembuskan napas dengan berat. Tangannya sibuk membolak-balikkan kertas-kertas yang berisi laporan keuangan bulanan toko bunga miliknya.

Bencana, batinnya.

Omzet penjualannya turun drastis daripada bulan sebelumnya. Tidak ada pemasukan. Yang ada ia merugi. Krisis ekonomi yang kini melanda Spanyol telah membawa dampak signifikan pada beberapa industri yang ada. Dan Laura merasakan imbas dari krisis tersebut.

Bagaimana ini? Laura menggigit bibirnya, memikirkan berbagai tagihan yang sudah menunggu di depan mata. Ia tidak tahu harus membayar dengan apa. Baca lebih lanjut

Mini FF : Just Believe in Me

Author’s note : Well, setelah sekian lama hilang dari peredaran, baru ngepost ff hari ini. Sebenernya sih mau ngelanjutin part yang kemarin2. Cm berhubung tidak rampung2 juga ya akhirnya di post sajalah mini ff ini dulu. Hohoho. Dan buat Rita, anak emak tersayang *peluksambilguling2*, thanks boleh ngotor2in blog kamu nak, thanks jg ide berserta pembenaran ejaan *yg selama ini tidak emakmu ini ketahui -.-* Anyway, happy reading ya! Maklumin aja kalo agak boring + gaje :D.

***

Alicia Scheuneman, model asal Jerman yang sempat diisukan dekat dengan salah satu pengusaha minyak terbesar, kini membuat sensasi lagi. Baru saja diberitakan putus minggu lalu, Alicia sudah menjalin hubungan yang dikabarkan cukup kontroversial.

Bagaimana tidak? Pasca berakhirnya satu tahun kisah cinta Alicia dan Maverick –pengusaha itu, seminggu kemudian Alicia langsung mengumumkan rencana pertunangannya dengan seorang dosen muda asal Spanyol. Diketahui dosen itu bernama Daniel Pedrosa. Berbagai foto mesra keduanya pun sudah beredar luas.

Bagaimana tanggapan Bradl, suami Alicia terkait isu yang sedang hangat diberitakan di media itu? Dan bagaimanakah kelanjutan hubungan Alicia dengan Dani Pedrosa? Apa mereka benar-benar akan merealisasikan rencana pertunangan mereka? Mari kita saksikan dalam berita acara hari ini…

Klik!

Adel mematikan televisi. Ia melempar benda mati berbentuk persegi panjang itu dengan kasar ke meja. Apa-apaan berita tadi? “Dasar infotaiment sialan!” umpatnya dalam hati. Baca lebih lanjut

My Secret, His Son #6

My Secret1 copy

Hai… *lambai-lambai tangan ala Miss World* #lebay.com Hehehe… Kali ini aku mau menghadirkan sebuah ff spesial untuk kalian. Kenapa aku sebut spesial? Karena ff ini ditulis oleh dua orang. Well, aku berduet dengan mamak kesayanganku. Siapakah dia? Hohoho… Kalo sering baca ff di blog ini pasti tau dong. Yap, dia adalah @Nataa_diva. Berkat dia, ff ini bisa nongol di blog lebih cepat dari yang kuperkirakan. Thanks yoo mamakku sayang. Akhir kata, aku cuma mau ngucapin selamat menikmati cerita kami dan jadilah pembaca yang budiman dengan meninggalkan komen setelah membaca. *yang mau sumbang ide juga boleh* 😉

Gaun selutut berwarna putih gading yang dikenakan gadis itu bergoyang ke sana kemari seiring pergerakan arah angin musim semi yang bertiup lembut. Matanya tampak melamun. Hampir 2 jam ia berdiri di balkon itu.

Adel suka musim semi karena itu berarti bunga-bunga bermekaran dan bau harum tercium di udara. Namun, bunga-bunga itu seolah mengerti perasaan Adel karena tak satu pun dari tanaman indah itu bermekaran di pot-pot bunga kecil yang berjejer rapi di tralis besi balkon ini. Bahkan bunga pun tahu yang ia tidak bisa menikmati musim semi kali ini, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Ada sesuatu yang salah, sangat salah.

Adel menyentuh tangan kanannya yang diperban. Seketika ingatannya kembali ke malam itu. Adel menggeleng kuat. Air matanya jatuh. Ia tidak mau mengingat kejadian itu. Rasanya terlalu sakit. Ia tidak bisa melakukan apa pun karena semakin ia berusaha melupakan nama perempuan yang membuatnya nekat mengiris pergelangan tangannya, semakin pulalah nama itu berdengung keras di telinganya. Baca lebih lanjut

My Secret, His Son #5

My Secret1 copy

Ceritanya sedikit garing dan membosankan. Jadilah pembaca yang budiman. Happy reading 😉

Salahkah jika kita terlalu berharap pada takdir yang sering kali mempermainkan hidup manusia? Ia ingin, sangat ingin. Berharap kenyataan yang ia hadapi sekarang dapat ia putar, seolah dirinyalah yang menjadi pemeran utama di panggung kehidupan pria itu. Berdiri di samping pria itu, mendampinginya dan akan selalu ada untuknya. Salahkah ia?

Aku mencintai wanita lain.

Ia tidak berani berharap lebih. Tapi, hati kecilnya tidak dapat memungkiri jika ia sangat berharap wanita lain yang dimaksud pria itu adalah dirinya. Jika hal itu benar, maka otomatis dirinya jugalah sebagai tokoh antagonis, duri dalam hubungan pria itu dan gadis yang sebentar lagi akan dinikahinya.

Ia mencintai pria yang salah. Sejak awal mereka memang tidak tidak bisa dipersatukan.

“Aku ingin istirahat,” gumamnya, mengakhiri sesi percakapan mereka.

Sedari tadi Laura menyadari sesuatu hal. Matanya tak sengaja menangkap sebuah benda yang berkilauan. Pria itu bahkan telah mengenakan cincin di jari manisnya. Wanita itu menangis dalam hati. Baca lebih lanjut

My Secret, His Son #4

My Secret1 copy

Sudah 2 hari Miguel tidak masuk sekolah. Anak itu masih belum bisa berjalan dengan benar akibat telapak kakinya yang terkena pecahan gelas. Laura sudah menghubungi Mrs. Ham dan menjelaskan insiden yang terjadi. Mrs. Ham cukup baik dan memberi dispensasi untuk Miguel. Miguel boleh mengumpulkan tugas penanaman biji kecambah itu jika kakinya sudah mulai membaik. Sebenarnya luka di telapak kakinya tidak terlalu besar. Pagi setelah kejadian itu, Laura membawa Miguel ke dokter. Diagnosisnya pecahan kaca itu mengenai pembuluh darah besarnya. Maka dari itu, Miguel disuruh istirahat dan tidak boleh banyak bergerak.

Dengan tidak sekolahnya Miguel turut membuat Laura keteteran dengan pekerjaannya. Ia harus mengurus pengiriman bunga untuk hari pertunangan Marc dan Adel yang kebetulan stoknya habis. Dengan prinsip membuat konsumen senang dengan pelayanannya, Laura sibuk mengurus pengiriman bunga dari sebuah desa kecil di kota Granada ke toko bunganya. Pantang bagi Laura mengecewakan pelanggannya.

Hari menjelang sore. Seharusnya toko bunganya sudah tutup. Namun, pekerjaan Laura belum sepenuhnya selesai. Waktu tinggal dua hari lagi untuk menyiapkan bunga dekorasi untuk pertunangan Marc dan Adel. Sejujurnya wanita itu agak enggan mengerjakan pekerjaannya. Bohong jika ia tidak merasa terganggu dengan semakin dekatnya hari pertunangan Marc dan Adel. Hatinya seperti tidak rela. Tapi, Laura cepat-cepat tersadar bahwa tidak seharusnya ia merasa seperti itu. Apa haknya? Tidak. Ia harus profesional. Baca lebih lanjut

My Secret, His Son #3

My Secret1 copy

CERITA INI MENGANDUNG UNSUR DEWASA. TETAPI MASIH DALAM AMBANG KEWAJARAN. TIDAK SUKA TIDAK USAH BACA. JADILAH PEMBACA YANG MENGHARGAI KARYA ORANG LAIN. KRITIK DAN SARAN SELALU DITAMPUNG. AKHIR KATA, Happy Reading 😉

Seusai makan malam, Laura mengecek jadwal sekolah Miguel yang rutin dilakukannya setiap malam di komputernya. Sekolah Miguel biasanya akan mengirimkan e-mail mengenai tugas sekolah yang harus dikumpulkan besok atau lusa, serta beberapa laporan kegiatan sehari-hari Miguel di sekolah. Sejauh ini, sikap Miguel sangat baik dan aktif di kelasnya. Hanya saja, catatan dari wali kelasnya, Miguel agak kesulitan bersosialisasi dengan teman-temannya yang usianya lebih tua beberapa tahun darinya—anak itu lebih cepat masuk sekolah karena memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Maka dari itu, Laura sedikit khawatir dengan yang satu ini. Mungkin ia harus bicarakan baik-baik dengan Miguel.

Pertengahan musim semi seperti ini sering dimanfaatkan oleh beberapa sekolah dasar di Spanyol untuk memberi tugas praktik sederhana mengenai tumbuhan. Miguel mendapat tugas menanam kecambah dalam gelas plastik dari wali kelasnya. Semua tutorial sudah dijelaskan dalam e-mail tersebut.

“Miguel,” panggil Laura, dari pojok ruang keluarga. Komputernya terletak di sana.

Miguel yang sedang menonton televisi lantas datang mendekati Laura. “Apa aku mendapat tugas sekolah?” tanya bocah kecil itu dengan suara imut. Baca lebih lanjut