Pindah Rumah

Hi, sugar! Aku ada pengumuman penting nih. Sekarang semua fanfiction tentang Marc Marquez yang aku tulis bakal pindah ke Wattpad.

Beberapa cerita seperti The One That Got Away atau My Secret His Son bakal lebih diprioritaskan untuk terbit di sana. Mungkin mengalami beberapa perubahan kata atau adegan, tapi overall tidak mempengaruhi isi cerita. Lagi pula kedua cerita tersebut belum menyentuh kata ‘The End’. So, mungkin bakal aku rombak sedikit.

Buat yang mau baca tulisan repost-ku, silakan klik link ini ya. Kalau mau follow ya monggo, mau vote dan komen bakal dengan senang hati daku menerimanya. Hihihi…

Akhir kata, selamat menunaikan ibadah puasa bagi teman-teman yang sedang menjalankannya. Semoga sampai ke garis finish. Sebentar lagi lho.

Sudah ah. Sampai bertemu di dunia orange. Dah… dah…

 

~Rita~

Suka, Duka, Pahit, dan Manisnya Kehidupan Anak Training di Hotel

Hai, sugar! Apa kabar nih? Tak terasa ya kita udah memasuki penghujung bulan Juli. Hihi…

Oke, jadi kali ini aku mau cerita suka dan duka selama menjalani masa PKL atau bahasa kerennya sih On the Job Training. Buat yang belum tau, aku jelaskan sedikit background pendidikanku. Sampai saat ini aku masih resmi tercatat sebagai salah satu mahasiswi D1 di salah satu sekolah tinggi pariwisata yang ada di Bintan. Jurusan yang kuambil adalah Front Office. Yup, sudah bisa tebak dong fokus studiku di bidang apa? Iyap, hospitality! Hohoho… 😀

Nah, untuk ente-ente yang binun cari tempat buat OJT, aku saranin carilah hotel yang memiliki kualifikasi hotel berbintang lima. Lho, kenapa? Karena semakin tinggi kualitas sebuah hotel, maka tuntutan untuk bekerja secara profesional juga pasti tinggi dong? Eit, jangan pesimis dulu dengan berpikir pasti susah tembus ke hotel model begini. Justru di situlah letak tantangannya. Semakin tinggi kualifikasi yang ditetapkan, maka semangat kita semakin terpacu seiring dengan keinginan kuat kita untuk belajar di hotel tersebut. Ingat, hanya jiwa-jiwa orang pejuang yang pada akhirnya akan menjadi pemenang. Memangnya ada yang mau jadi pecundang? Belum perang aja udah mundur duluan. Baca lebih lanjut

Introducing…

Sebuah perkenalan.

Hai…

Aku… seseorang yang punya hobi menulis. Mengeja huruf demi huruf, merangkai kata demi kata, membentuk kalimat demi kalimat, hingga jadilah sebuah cerita.

Aku bukan penulis yang baik, sungguh. Aku hanya seseorang yang senang berimajinasi dan bercerita. Melalui Symphony Rita ini, semua yang terlintas di otakku kutuangkan ke dalam bentuk untaian kata.

Aku bukan penyair yang hebat merangkai kata-kata indah. Aku hanya menulis apa yang terlintas di kepalaku, yang terlihat oleh mataku, dan yang kurasakan melalui batinku.

Untukmu yang tak sengaja mengunjungi rumah sederhana ini, dua kata yang ingin kuucapkan; selamat datang. Dan untukmu yang sudah sering dan tak pernah bosan berkunjung kemari, kuucapkan terima kasih. Blog ini–aku lebih suka menyebutnya sebagai rumahku–bukan apa-apa tanya dukungan kalian. Harapanku cuma satu. Semoga rumah ini terus bertahan dan tak tergerus oleh waktu. Aku harap dapat menjadi nyonya rumah yang baik untuk kalian.

Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi sampai jauh, jauh di kemudian hari. -Pramoedya Ananta Toer-

Tambahan untuk yang mau baca cerita-cerita di blog ini, cukup klik FF Library untuk melihat daftar ceritanya.

Sekian dan terima kasih

(◦^⌣^◦)

Tips Tap Tips Buat yang Kebelet BAB di Jalan

cove2r

Oke, gue tahu kalo gue nih nista banget nyebarin tips dan trik yang gak pantes banget dicontoh. Tapi gak ada salahnya kan kalo misalnya panggilan alam dari lubang burit gak bisa diajak kompromi? Apalagi kalo lu-lu pada lagi di jalan dan gak nemu tempat buat nampung pupu. Apa kata dunia dah? Gak mungkin kan ditampung di celana? Jorok ih….

Nah, ini pengalaman gue pas lagi di jalan dan panggilan alam tiba-tiba memanggil di saat yang tidak tepat. Si pupu udah tinggal di ujung bray. Untungnya tak jauh dari lokasi tempat gue nunggu jemputan, ada hotel berbintang. Dan muncullah lampu ajaib di kepala. Mau tau apa? Numpang BAB!

Waktu itu gue dijemput sama orang rumah. Pas naik ke motor dia, eh, si pupu kayaknya udah mau nongol. Akhirnya kami pun tancap gas ke hotel tersebut.

Sambil jalan sambil nahan nih, gue jalan ke resepsionnya. Gue kasih tahu ya biar lu-lu pada kalo ngalami kejadian kayaknya gue, pas lu setorin muka ke si abang ato mbak resepsion, tunjukin muka semanis mungkin. Senyumnya dilebarin. Trus tampangnya ala-ala orang beruang. *ini apalah -.-“*

Selanjutnya pura-pura nanya harga kamar dan minta room rate-nya. Setelah dikasih, elu pura-pura baca. Yang perlu diperhatikan di sini, tampang elu pada musti serius ya. Walaupun udah tinggal di ujung, setidaknya bisalah ditahan sedikit. Baca lebih lanjut

How to Get The Password???

cove2r

Hola! Kembali lagi bersama penulis gila pengidap plin-plan akut stadium 4. Hehehe 😀 Betewe baswei, aku punya ff baluuu lhooo…. Bukan punyaku sih. Tapi titipan dari temanku. Buat yang penasaran sama ff tersebut, bisa langsung mention ke twitterku. Ntar ku-DM password-nya.

Eittt…. Tapi ada tapinya. Cerita ini mengandung unsur dewasa. So, so, buat sodara-sodara sekalian yang merasa masih di bawah umur, sangat tidak dianjurkan untuk membaca cerita di bawah ini.

Sekian cuap-cuapnya. Lebih dan kurang, semoga ff ini dapat menghibur. Buat yang bertanya-tanya kapan aku posting ff lagi, I just can answer ‘I don’t know’. Mohon pengertiannya ya. Terima kasih 😉

Pengumuman Hiatus… Pesan untuk Pembaca yang Tak Pernah Lelah Berkunjung ke Symphony Rita

Banyak cerita yang ingin penulis bagikan di blog ini. Senang, sedih, kesal, penuh suka dan duka. Tak terhitung sudah berapa banyak kejadian yang penulis lewatkan untuk diceritakan di blog ini.

Sebenarnya waktu ada. Namun, saat ditanya kenapa tidak mem-posting apa pun, selalu alasan kelelahan dan tidak punya waktu yang disampaikan oleh penulis. Ini sebuah kebohongan besar, sungguh.

Melalui tulisan ini, penulis ingin meminta maaf sebesar-besarnya atas ketidakpastian dan ketidakjelasan yang penulis beri untuk pembaca sekalian. Bukan maksud tidak ingin mem-posting apa pun di blog. Yang ingin penulis sampaikan adalah saat ini dan mungkin untuk beberapa bulan ke depan, blog ini akan kosong, tak terisi, dan postingan terakhir terhitung sampai 31 Maret 2015. Selanjutnya penulis tidak akan mem-posting apa pun sampai waktu yang tak bisa ditentukan.

Penulis tidak bisa mengungkapkan alasan sesungguhnya. Selain karena penulis sedang dalam masa Praktek Lapangan Kerja/on The Job Training, ada beberapa alasan yang bersifat persona yang tak bisa penulis sampaikan di sini.

Selanjutnya penulis hanya dapat berharap setelah masa-masa sulit terlewati, penulis dapat kembali berkarya dan menulis sebanyak yang bisa dilakukan. Untuk pembaca sekalian, sekali lagi penulis minta maaf. Mohon doanya agar masa-masa sulit ini cepat berlalu.

Terima kasih.

Salam,

Rita

I Need You More

Author : @Nataa_diva

“Jadi kau tidak bisa menemaniku nanti malam?” tanya Adel datar.”Sepertinya begitu. Pekerjaan di kantor menumpuk dan aku harus membereskan semuanya. Kau tetap mau pergi malam ini?”

Adel mengangkat kedua bahunya–meski ia tahu Dani tidak bisa melihat gerakannya–sembari menghela napas. “Aku bisa pergi sendiri, Dani. Lagipula aku bukan anak kecil yang bisa tersesat di pusat perbelanjaan.”

“Hm, benar.” Dani menandatangani selembar kertas putih, lalu melanjutkan, “Kalau begitu, hati-hati ya. Aku akan menemuimu besok malam. Sampai nanti, sayang.”

Adel melempar ponselnya ke nakas di samping tempat tidurnya. Dengan malas ia mengambil penyedot debu dari dalam lemari, satu set sprei baru, dan pembersih cair serta kain lap. Lebih baik membuang tenaga untuk bersih-bersih daripada meluapkan kekesalannya pada orang lain. Adel bukan tipe orang yang pandai menutupi emosinya. Suasana hatinya mudah ditebak, dan dapat berubah dengan cepat. Ia memang lebih menggunakan perasaan dan emosinya–menurut orang-orang di sekitarnya.

Lewat setengah jam, gadis itu sudah mulai menyentuh jendela kamarnya. Sudut-sudut perabotan yang sedikit berdebu juga ikut dibersihkan. Setelahnya, baru ia mengganti sprei yang baru diganti minggu kemarin. Ia melepaskan sprei lama dan melemparnya ke dalam keranjang khusus pakaian kotor. Kemudian, masih dengan perasaan kesal, ia memasang sprei baru. Namun keberuntungan tampaknya tidak berpihak pada gadis itu.

Lehernya tertarik–atau salah urat mungkin– hingga membuat Adel mengerang kesakitan. Ia memijit tengkuknya dan duduk di samping tempat tidur. Pukul 2 tepat. Waktunya makan siang, tapi perutnya sama sekali tidak lapar. Suara ketukan di pintu memaksanya melangkahkan kaki ke arah sumber suara. Baca lebih lanjut

Curhatan Seorang MABA

Kali ini mau cerita tentang kelanjutan hidupku setelah dipecat secara hormat dari SMA tercintaku. Well, ini bakal jadi postingan pertamaku yang berisi tentang masa-masa perkuliahan di salah satu sekolah tinggi pariwisata di Bintan. Jadi buat yang belum tahu, aku cuma mau ngasih tahu kalo aku akhirnya melanjutkan sekolahku di Sahid Bintan Institute of Tourism. Lho? Kok bisa? Ya, dibisa-bisain ajalah. Wong udah jadi mahasiswi di STP ini kok. Hihihi….

Lalu, bagaimana kehidupannya? Seru gak jadi mahasiswi? Ada perubahan gak? Pasti dong ada yang berubah.

Kehidupanku baik-baik aja. Sangat baik malah. Cuma ya gitu. Aku masih belum bisa beradaptasi dengan suasana perkuliahan. Maksudnya dunia pariwisata dan segala tetek-bengek yang berhubungan dengan pariwisata masih terasa asing banget buat aku seperti istilah-istilah baru yang belum pernah aku dengar sebelumnya. Tapi, it’s not too bad-lah. Cuma aku sedikit kesulitan untuk mengimbanginya. Soalnya otakku sudah ter-setting khusus untuk otak scientist (teori), sedangkan di pariwisata lebih kepada profesi (praktik). Jadi, it’s quite hard for me-lah. But, I’ll try to change my mind. Soon.

Untuk teman-temannya lumayan asyik. Enak diajak bertukar pikiran dan bekerja sama. Jadi everything’s fine untuk masalah friendship.

Trus apa kabar bagi para dosen? Hm, relatiflah. Ada yang ngebosenin dan ada juga yang nyenengin. Tapi tetep, tugas selalu ada untuk setiap harinya. Kesimpulannya seperti ini : Gak mau dikasih tugas? Ya gak usah kuliah. Gitu kok repot. Baca lebih lanjut

Krisis Percaya Diri

Akhir-akhir ini entah kenapa kok aku sering merasa minder. Minder sama tulisan sendiri, minder sama kemampuan sendiri dan minder sama kelebihan orang lain. Yang terakhir ini tidak masuk dalam kategori iri ya.

Jadi beberapa minggu yang lalu, aku secara resmi tercatat sebagai mahasiswi STP Sahid Bintan, salah satu sekolah pariwisata yang ada di Pulau Bintan. Sebenarnya tak ada rencana masuk ke sini. Cuma ya, entah kenapa dari dulu setiap bikin rencana—sematang telur—selalu berakhir dengan angan. Berbanding terbalik dengan rencana tiba-tiba yang kuambil secara spontan, eh, malah berakhir dengan hasil yang, well, bisa kukatakan cukup memuaskan. Walaupun di awal aku tidak berharap banyak. Jadi demi menunjang skill sebelum terjun di dunia perkuliahan, beberapa minggu yang lalu aku sudah mempersiapkan diri dengan les bahasa Mandarin dan semakin memperdalam bahasa Inggris-ku.

Balik ke topik utama. Minder mungkin jadi karakter utamaku. Aku minder sama diri sendiri, gak percaya diri dan selalu merasa tidak bisa sebelum mencoba. Sahabatku, inisialnya I selalu bilang kalau aku ini tipe orang yang gampang termotivasi karena rasa minder. Setelah aku pikir-pikir sih memang benar adanya. Tapi… tetap aja yang namanya minder gak pernah hilang dan terkadang aku malah down karenanya.

1. Minder sama tulisan sendiri.

Aku sering banget ngerasa malu tiap baca tulisan-tulisanku sendiri di blog ini. Aku banyak belajar cara menulis yang baik dan benar, tapi tetap kok rasanya jelek banget di mata aku pas baca ulang. Jadi inilah salah satu alasan kenapa aku jadi enggan menulis lanjutan cerita yang pernah kubuat.

2. Minder sama tulisan orang lain.

Pernah gak sih kalian mengagumi tulisan seseorang? Apa yang kalian rasakan? Well, kali ini minderku agak keterlaluan dan aneh. Kagum mungkin sudah wajar. Tapi, aku selalu ngerasa kecil banget tiap baca tulisan orang lain yang jauh lebih rapi, indah, dan menarik. Aku terus mengembangkan diri, berusaha menjadi lebih baik dan menghasilkan karya yang lebih bagus.

Aku bukan penulis yang baik. Tulisanku masih bertele-tele, boros kata dan kadang sering typo. Aku terus perbaiki, baca berkali-kali sebelum dipost, cek kosakata yang aku kurang yakini di kamus, dan minta saran sama pembaca pertamaku, Emak Nata. I really thank her. Emakku yang satu ini selalu ngeluangin waktunya buat baca tulisanku yang masih amburadul dan setia dengarin curhat gejeku.

Hm, cukup sekian dari tulisan geje kali ini. Sampai jumpa 😉