Rasanya Dicap Sombong Tuh…

Cerita ini mau kumasukkan ke kategori Cerita Sebelum Magang. Well, setelah menempuh pendidikan selama 6 bulan di salah satu sekolah pariwisata di Bintan, kini aku mulai mempersiapkan jiwa dan raga untuk bertempur di dunia industri yang sesungguhnya. Buat yang belum tau, aku ambil program D1 Akomodasi Hotel jurusan Front Office. Kalo gak ada halangan yang melintang, tanggal 21 Januari aku bakal magang di salah satu resort bintang 5 di kawasan wisata internasional Lagoi, Bintan. Untuk nama hotelnya tidak aku sebutkan dulu. Nanti baru kuceritakan kalo udah jadi anak magang. 😀

Kali ini aku mau curhat sedikit masalah kepribadian. Kayaknya aku memang punya masalah dengan kepribadian. Udah banyak julukan sih yang kudapet sejak masih SMA; si sombong, kutu buku, si dingin, si kepala batu, si egois, dan sejuta julukan lainnya.

Riset membuktikan, 8 dari 10 orang yang pertama kali kenal aku di kampus pasti bilang, “Ish, tuh cewek siapa sih? Sombong amat. Sengak kali. Sok ng-Inggris. Dikit-dikit pake bahasa Inggris. Taulah yang pintar. Gak usah pamer juga kali.” So, how do I feel? Actually it’s really weird. Aku gak ngerasa sombong sih. Tapi ya kan yang nilai diri kita orang lain. So, mereka yang merasakan bagaimana diri kita ketika bergaul atau berbaur dengan masyarakat.

Sejujurnya agak sedikit sedih dicap sombong sama orang-orang itu. Dari SMA udah dicap si dingin dari jurusan Bahasa sih. Tapi kan gak segitunya juga kalik. Aku baik kok. Gak sombong, rajin menabung lagi. Sumpeh lho, aku ini baik, ramah dan suka menolong. *ngomong sendiri* Baca lebih lanjut

Jadi Korban Bullying Itu…

Siapa sih yang mau dibully?

Apa sih yang terlintas di benak kalian kalau mendengar istilah bullying? Perlakuan tidak menyenangkan yang diterima seseorang? Menghina atau mengejek seseorang? Atau bahkan melakukan kekerasan fisik terhadap seseorang?

Kata bully sendiri memiliki arti sebagai berikut : a person who uses strength or power to harm or intimidate those who are weaker atau seseorang yang menggunakan kekuatannya untuk menyakiti (secara fisik) atau mengintiminasi orang yang lemah.

Beberapa waktu lalu saya sempat menonton acara Kick Andy di MetroTV tentang bullying. Nontonnya cuma sekilas. Tentang seorang gadis Indonesia yang tinggal di Amerika, kemudian pindah ke Indonesia dan bersekolah di sekolah dasar—sekolah umum. Karena tidak terbiasa atau belum bisa menyesuaikan diri di sekolah tersebut, sang gadis dibully oleh teman-temannya. Alhasil dia pun pindah ke sekolah lain. Di sekolah yang baru, sang gadis masih juga dibully dikarenakan hanya dia satu-satunya siswi yang fasih berbahasa Inggris. Sang gadis dikata-katai sok pintarlah, sok cari mukalah, dan lain sebagainya. Namun, tahukah Anda, sang gadis yang pernah menjadi korban bullying ini berhasil menjadi orang sukses. Meraih IPK tertinggi di Universitas Indonesia dan sekarang menjabat sebagai Vice President di salah satu perusahaan. Kunci kesuksesannya adalah jadikanlah perlakuan yang tak menyenangkan itu sebagai cambuk untuk melesat menjadi yang terhebat. Baca lebih lanjut

Curhatan : Yang Tak Terlupakan…

PS : Tulisan ini mengandung unsur rohani. Tidak ada konten yang menyudutkan. Jadi bagi pembaca yang beragama lain, silakan juga kalau mau baca tulisan ini. Aku cuma mau berbagi kebaikan aja kok dan semoga bermanfaat untuk kita semua. Happy reading 😉

Sebagai pembuka

Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu.

Hola! Apa kabar? Adakah yang rindu pada diriku? Hihihi… Aku juga kangen kalian kok. Masih ada yang penasarankah dengan kelanjutan My Secret, His Son? Sabar ya. Aku usahakan bisa secepatnya nulis cerita itu.

Kali ini aku mau cerita tentang masa-masa SMA. Ya, tanggal 20 Mei kemarin aku resmi dipecat *beuhh… bahasanya* dari SMAN 1 Bintan secara terhormat. Hihihi… Finally, aku lulus dengan nilai ya lumayan… lumayan bikin senang dan sedih. Cuma ya, aku bersyukur banget nilai Matematika-ku *musuhku di dunia akhirat* gak malu-maluinlah. And I wanna say thanks to all my teachers who had taught me. Really thank you 🙂

Aku mau cerita tentang satu orang guru. Insialnya Pak C. Guru favoritku sekaligus guru yang paling nyebelin 😀 Jadi Pak C ini adalah guru agama Kristen di sekolah. Aku deket banget sama beliau ini dan sering banget saling ngeledek. Pokoknya banyaklah suka dan duka, sedih dan senang di antara aku dan beliau ini. Soalnya Pak C enak banget dijadikan tempat curhat. Setiap pelajaran agama aja, ada aja tingkahku biar gak usah belajar. Hihihi…. Yang paling sering sih celoteh tentang hal-hal gak penting di saat beliau sedang mengajar. Modus banget, kan? Ujung-ujung berakhir dengan sharing dan curhat-curhat gak jelas. 😀

Pak C ini tipe guru yang nyenengin dan asyik deh. Tapi, suka nyeramahin juga. Maksudnya ngasih nasihat dan kata-katanya selalu dikutip dari Alkitab. Aku mah iya-iya aja tiap beliau ngomong. Sampai rumah, eh, lupa deh apa yang dikatakan sama Pak C.

Sejak kami *pelajar Kristen* kelas satu, kami selalu disuruh menghafal Firman Tuhan di alkitab. Jadi ada satu hari, aku lupa kalo ada tugas menghafal. Matilah. Jadi pas jam pelajaran agama, aku hafal mati-matian. Pak C ini sampe ngancem. Begini kata-kata beliau, “cuaca lagi panas nih. Enak kali ya kalo Bapak suruh kalian lari keliling lapangan.”

ALAMAK!!!

Cepat-cepatlah kami hafal. Untung aja kami bisa. Hihihi….

Sampai kelas XII, acara hafal-menghafal ayat alkitab ini tetap berlanjut. Kadang sih jengkel banget pas disuruh ngafalin. Sering banget kami gondok sama Pak C. 😀 Hihihi…

Jadi, sejak aku meninggalkan SMA, entah kenapa aku jadi kangen banget hafalin ayat Alkitab, trus pengen banget balik ke SMA lagi dan belajar seperti biasa. Rasanya sedih pas natapin pakaian putih abu-abuku. Sekadar informasi, baju sekolahku masih sangat-sangat-sangat BERSIH dari noda corat-coret. Jadi pas teman-teman lainnya sibuk konvoi, aku mah duduk santai angkat kaki di rumah. Gak guna sih menurutku konvoi-konvoi gitu. Sayang sama baju. Mending disumbang trus dapet pahala. Nah, lebih berguna, kan?

Jadi beberapa hari yang lalu, aku sedikit berkonflik dengan you-know-lah. Aku gak mau bahas masalah itu lagi sih. Kenapa? Karena aku teringat kata-kata Pak C tentang ‘kita boleh meluruskan permasalahan yang ada tanpa harus membuka perkara seseorang’. Kata-kata Pak C tiba-tiba aja mukul batinku. Dan kenangan masa-masa kami belajar agama pun berputar di benakku. Kangen banget.

Pak C juga pernah bilang begini, “yesterday is a history, tomorrow is a mystery, and today is a gift of God.” Kata-kata itulah yang bikin aku langsung minta ampun sama Tuhan. Rasanya bersalah banget udah menyia-nyiakan anugerah dari Tuhan dengan melakukan hal-hal yang gak guna (Read : hujat-hujatan di Twitter). Lagian masalahnya juga sepele dan dibuat hingga berlarut-larut. Memang sih ada dongkol di hatiku. Tapi, aku terus berdoa sama Tuhan dan malam itu aku coba baca Alkitab. And you know what? Aku menemukan Firman Tuhan yang benar-benar menguatkan dan dongkol di hatiku seketika hilang.

Berikut ayat-ayatnya.

Lukas 6 : 27-28

“Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu.

Jika Anda seorang Kristiani, semoga ayat ini dapat kalian renungkan.

Dan akhir-akhir ini aku lihat banyak banget fanwar di Twitter. Saling hujat menghujat dan aku pernah melakukannya. Memang sih itu lumrah terjadi dan bagian dari bumbu persaingan. So, buat kalian yang bertanya-tanya, kok aku jarang nongol di Twitter, itu karena aku gak mau terpancing dan sedikit gak nyaman dengan beberapa followers-ku. Banyak ajang sindir menyindir dan aku juga salah satu korbannya. Tapi, aku selalu menanamkan satu prinsip di hatiku sejak kejadian itu, biarlah mereka berkata apa, biarlah mereka mau menulis apa, aku cuma akan membalas dengan mendoakan mereka saja. Kata Pak C, semakin banyak yang membenci kamu, maka kamu harus rajin-rajin mendoakan mereka. And I did it. 🙂

Akhir kata, aku ucapkan terima kasih bagi yang telah membaca tulisan ini. Semoga bermanfaat dan apa pun agama kalian, suku kalian, dan bahkan idola kalian, salinglah bertoleransi. Hidup ini keras. Kuncinya adalah bertahan. Bertahan bagaimana? Yaitu dengan belajar bersabar dan mengontrol diri sendiri.

Auf wiedersehen. 😉

Di Saat Galau Hadir…

Targetnya sih tahun 2014 ini mau produktif menulis. Entah itu menulis novel, cerpen, fanfic dan lain-lain. Tapi, entah kenapa akhir-akhir ini jadi males banget nulis fanfic. Seharusnya sih makin rajin karena dapat banyak support dan komen positif dari my lovely readers. Jadi buat yang bertanya-tanya kapan ff ini lanjut, kapan ff itu lanjut, aku cuma bisa jawab, well, aku butuh waktu.

Waktu? Kenapa waktu? Bukannya sekarang udah leluasa karena sudah selesai UN? Yep! Awalnya aku pikir kalo udah selesai UN itu udah bebas, bisa jungkir balik sesuka hati dan guling-guling gak jelas di aspal. *dilindes bus baru tau rasa lu Rit* 😀 I’m totally wrong. Ternyata kegalauan setelah UN itu meningkat dua kali lipat. Adalah milih jurusan kuliah apa, mau kuliah di mana, dan tetek-bengek lainnya.

Jadi ceritanya aku benar-benar bingung dan gak tahu musti ngapain sekarang. Karena… diriku ini mengidap penyakit plin-plan tingkat akut yang tak tertolong lagi. Coba aja tanya satu pertanyaan hari ini sama aku, aku pasti jawab A. Pas besok dikasih pertanyaan yang sama, pasti aku jawab B. Dan jawaban bisa berubah lagi dalam 1 atau 2 jam kemudian. Jadi inilah yang bikin aku khawatir tentang masa depan. Mau jadi apa aku nanti? Baca lebih lanjut

Curhatan Penting/Tidak Penting

Aku memiliki banyak cerita yang ingin kutuangkan di sini. Sebentar lagi…. Ya, tidak terasa hampir 3 tahun aku menginjakkan kakiku di sebuah tempat yang membuatku tahu apa arti sebuah kebanggaan, cinta, kesedihan, kekecewaan dan lain-lain yang tidak akan bisa kudapatkan dari tempat lain. Aku suka sekolah. Aku suka mempelajari ilmu baru. Terkadang juga jengkel sama beberapa mata pelajaran. Tapi, semua itu dirasa wajar dan merupakan sebuah proses. Proses pembentukan diri. Aku belum sempurna dan memang tidak akan menjadi sempurna. Tapi, aku berusaha untuk memberikan yang terbaik, walaupun harus diselingi jatuh bangun yang kadang membuatku ingin menyerah. Tapi, aku kuat. Karena itulah aku mampu dan sebentar lagi akan meninggalkan tempat yang telah memberiku berbagai pelajaran hidup, tempat yang membuatku mengerti bahwa segala sesuatu tidak terlepas dari proses dan masa-masa proses itulah yang melahirkan berbagai kejadian-kejadian yang akan kukenang selamanya.

Pertama kali masuk sekolah itu. Jujur aku cuma ikut-ikut teman doang. Padahal tujuan utama ke SMK, dan akhirnya malah nyasar ke SMA. Itulah rencana Tuhan, menempatkanku ke sebuah rumah yang awalnya kuanggap sekolah rendahan. Tapi, setelah aku mengenal rumahku sendiri, aku bangga menjadi bagian rumah itu. Baca lebih lanjut

Kilas Balik 2013 & Resolusi 2014

Well, mungkin inilah postingan terakhir saya di tahun 2013. It’s time to say goodbye… *ceilehhh*

Oke, postingan kali ini bukan fanfic, melainkan review perjalananku selama 2013 *sumpeh, ini kagak penting sama sekali* Tidak salahnya kan aku men-share apa yang aku alami di tahun ini? 😀

1. Awal tahun. Pengalaman tak terlupakan. Aku dikasih kesempatan untuk berpartisipasi dalam ajang Olimpiade Bahasa Jerman tingkat nasional atau Nationale Deutscholympiade di Jakarta. Ini pengalaman yang benar-benar nguras air mata dan emosi. Kenapa? Karena yang pertama, aku baru belajar bahasa Jerman cuma 6 bulan doang. Banyangin woi, 6 bulan *dalam hati aku mikir ini misi bunuh diri dan mempermalukan diri sendiri. Tapi untung aja selama lomba, semuanya berjalan lancar dan tak ada pengalaman yang memalukan* Hihihihi… Dan, yang kedua adalah karena ini untuk pertama kalinya aku membawa jurusan bahasa tembus nasional. Memang di sekolahku jurusan bahasa dianggap sebelah mata *bahkan gak dianggap lagi* tapi, aku bisa membuktikan kalau jurusan aku pun bisa bersaing dan tidak kalah dari jurusan-jurusan lainnya. Dari awal aku memilih jurusan bahasa, aku sudah punya visi dan misi untuk mengangkat jurusan ini. Puji Tuhan, sudah ada yang tercapai.

Tidak lupa juga, saat ikut olimpiade ini aku bertemu dengan teman-teman dari seluruh Indonesia. Seru banget. Paling lucu pas lagi ngomong. Logat dan dialeknya beda-beda. Aku juga beruntung dapet temen sekamar yang baik banget. Mereka adalah Sarah dari Jakarta, Arin dari Surabaya dan Ghea dari Toraja. Yipieee…

2. Juara 1 lomba debat bahasa Inggris tingkat kabupaten *horee….* Aku jadi third speaker waktu itu. Hal yang berkesan bukan saat lombanya, tapi hari-hari persiapan lombanya. Itu juga nguras air mata *ada sedikit kejadian waktu itu yang tidak diketahui oleh anggota debatku, cuma guru pembimbing kedua aku aja yang tahu.*

Jujur, aku ini orangnya rada pesimisan alias mental tempelah *ini jujur*. Ceritanya pas pemantapan mental beberapa hari sebelum lomba, di sekolah aku kan ada satu panggung tuh. Jadi kalau ada acara apa gitu, diadakan di panggung tersebut dan bisa disaksikan seluruh penjuru sekolah *kecuali ruang kelas 12 IPS dan Bahasa-lah.* Baca lebih lanjut

Kisah Apes di Hari Selasa

Selasa kemarin, mungkin adalah hari terapes sepanjang eksistensiku. Mau tau kenapa? Jawabannya itu karena kemarin setelah ulangan agama di perpustakan (karena aku beragama non-muslim, jadi belajarnya di perpustakaan), bersama temanku Fena pergi ke ruang PSB(Pusat Sumber Belajar) karena disuruh sama Pak Candra, guru agama sekaligus pembimbing design WartaONE. Nah, pasti kalian bingung dan bertanya-tanya, WartaONE itu apa sih?

Sini…sini…. biar aku jelasin terlebih dahulu karena ini juga postingan pertamaku tentang WartaONE di blog yang entah sudah keberapa ini. (Jujur ya, aku ini maniak bikin blog, tapi gak pernah bikin postingan apapun disana. Jadi tak terhitung sudah berapa blog yang aku bikin). Oke, balik lagi ke topik WartaONE. WartaONE adalah nama buletin/majalah sekolah kami yang terbit setiap bulan sekali atau kadang kalo dalam sebulan banyak libur, terbitnya dua bulan sekali. Singkatan dari kata ONE itu sendiri adalah Our News Education.  Dan saya menjabat sebagai Cover Designer disana. WartaONE ini sudah berdiri selama 3 tahun lho. Masih terbilang baru memang, tapi harus diberi apresiasi karena sudah lebih berkembang dari tahun ke tahun.

Baiklah, balik ke Laptop! Eh salah. Maksudnya balik ke cerita kisah apes itu. Nah, karena Pak Candra punya kesibukan sendiri, sampai-sampai ulangan aja kami ditinggal. Jadi yang ngawasin kami tuh bu Ayu dan bu Dewi (Kalo namanya gak salah ya. Soalnya agak lupa-lupa ingat sama nama mereka :D), dua ibu cantik yang jaga perpustakaan.

Pergilah kami ke ruang PSB. Sampai disana, we got a big trouble. Ternyata photo-photo untuk mendesain cover-nya gak ada di komputer. Dalam hati aku bilang gini,”Mampus ajalah!”

Gila aja, ini udah jam pulang sekolah, mana belum makan lagi. Fena pun ikutan pusing. Sama-sama pusing deh. Udah pusing tentunya pengen marah-marah (hobi aku tuh). Apalagi Mama aku udah jemput. Terpaksa deh bilang sama Mama kalo aku belum bisa pulang karena harus ngerjain cover WartaONE. Tak lama setelah itu, datanglah Wina, teman Fena yang biasanya pulang bareng dia. Tuh orang rengek-rengek minta antar pulang. Oh ya, hampir lupa. Si Fena itu calon Cover Designer, dan mau gak mau sebagai Senior yang lebih berpengalaman (diriku minta di tabok) aku disuruh Pak Candra ngajarin Fena bagaimana cara menggunakan PhotoShop untuk mengedit photo. Karena si Fena ini anaknya baik, diantarlah si Wina pulang ke rumah. Dan aku jadi kambing congek nungguin mereka sekaligus nungguin Pak Teddy, guru pembimbing dibagian photo. Hampir setengah jam tuh aku jadi orang bego nungguin mereka dateng. Tak lama setelah itu, berakhirlah penantian panjangku. Si Fena muncul juga bersamaan dengan Pak Teddy yang baru dateng. Langsung aja kami ambil photonya di Pak Teddy dan ngerjain covernya. Dan kebetulan hari itu adalah hari ulang tahunnya Bu Suyatmi yang entah ke berapa, kami ditawari kue yang dibawa sama beliau. Lumayan enak lah kuenya.

Dan ini adalah piring kuenya. Piringnya doang ya, kuenya udah masuk perut.

Kami perlu 3 jam lebih untuk menyelesaikan covernya dan beginilah hasilnya

Cover depan

Cover belakang

Setelah itu kami langsung pulang. Aku diantar pulang sama Fena karena dia bawa motor. Nah… masalah pun datang lagi waktu kami udah keluar dari persimpangan jalan di sekolah. Si Fena ini ngerasa ada yang aneh sama motornya.

Fena      : Rit, coba nko duduk agak majuan dikit. Soalnya ban belakangnya berasa amat.

Me         : Eh? Masa sih? Biasa ajalah… (aku jawab gitu emang karena gak ngerasain apa-apa)

Fena      : Ih… gak enak banget tau, Rit.

Me         : Masa sih fen? (dalam hati emang agak berasa aneh sama motornya)

Fena      : Iya. Rasa-rasanya kok bannya goyang-goyang gimana gitu…

Me         : Iya sih. Agak berkedut-kedut gimana gitu (bener lho, rasanya berkedut-kedut)

Fena      : Ya udah lah, coba di periksa dulu…

Fena pun bawa motornya ke pinggir jalan. Trus liat ban motornya yang ya ampun… bannya gak berbentuk lagi. Ibarat karet yang dibakar, jadi lembek-lembek gimana gitu. Trus… karena posisi kami yang tak jauh dari bengkel di sebrang jalan sana, kami pun sama –sama dorong motornya Fena masuk bengkel. Pertama liat lokasi bengkelnya kok serem amat ya, pikirku. Banyak om-om yang lagi main canting. Akhirnya motornya Fena ditangani sama om bengkel itu.

Inilah motor Fena yang masuk bengkel

Iseng-iseng kuperhatikan kok om bengekel ini nyongkel ban motornya kasar banget secara kan Papa aku punya bengkel. Jadi lumayan taulah gimana cara-cara nyongkel ban. Dan karena kebetulan kemarinnya aku nonton berita investigasi tentang kecurangan orang-orang bengkel yang menebar paku di jalan biar motor yang lewat bakal kempes bannya dan ganti bannya di bengkel tersebut. Pikiran-pikiran negatif pun mempengaruhi kepalaku. Akhirnya kami suruh om bengkelnya pasang balik ban motornya Fena. Soalnya  kasar sih tuh orang nyongkelnya.

Lalu, aku pun pinjem hp Fena dan nelfon si Mama suruh mekanik di bengkel Papa dateng. Terpaksalah kami nunggu di dekat bengkel itu. Hampir 1 jam barulah mekanik Papa datang. Secepat kilat dan tentunya tidak sekasar om bengkel tadi, mekanik papa ini mulai nyongkel bannya. Saking gak ada kerjaannya aku sama Fena malah membanding-bandingkan cara nyongkel om bengkel sama mekanik bengkel Papaku. Beda banget! Tak lama kemudian, selesailah masalah ban kempes itu dan Fena pun nganterin aku pulang ke rumah dengan selamat.

Ini beberapa foto yang sempat kuabadikan.

Mekanik Papa lagi benerin ban motor Fena

Proses perbaikannya

Dan kalo ada yang penasaran sama Fena, inilah orangnya

Fena

SEKIAN DARI CERITA SAYA

Kampung Justin Bieber

Genre : Comedy, Parody, geje

Cast : Justin Bieber, Hap ( yang iklan axis itu lho…), Cristiano Ronaldo, Ricardo Kaka, Cesc Fabregas, Lionel Messi, Casey Stoner, Jorge Lorenzo, dan Valentino Rossi

Warning!!!

Ini adalah tulisan gila dari saya yang terkena demam geje-geje style. Dan jika anda menemukan banyak kesalahan kata-kata yang melanggar EYD, harap dimaklumi. Karena itu memang disengaja oleh saya… Oke, Happy Reading…. ^_^

Note : ini cerita murni dari pemikiran saia sendiri. Apa bila ada kesamaan tokoh atau alur cerita itu mungkin hanya kebetulan semata tanpa di sengajai. Dan di dalam cerita ini ada beberapa nama pemain sepakbola dan pembalap MotoGP serta beberapa iklan yang saya parodikan. Sekali lagi saya tegaskan bahwa cerita ini hanya PARODI! So, No hate and No bashing!

Happy reading… ^_^

Pada suatu hari, di suatu hutan yang sangat lebat yang terdapat sebuah perkampungan yang dinamai ‘Geje-geje’. Kenapa dinamai geje-geje? Karena seluruh penduduk di kampung tersebut pada geje-geje.

Di kampung geje-geje tersebut, tinggallah seorang pria yang bernama Justin Bieber. Dia adalah anak dari kepala suku di perkampungan itu. Konon, nama Justin diberikan oleh emaknya sendiri, karena saat emaknya hamil, emaknya ngidam pengen ketemu Justin Timbulek, actor hollywood yang pernah syuting toya-toya waffer chocolatos di kampung mereka. Nah, saat emaknya Justin mau ngelahirinnya, emaknya meninggal dunia karena keselek ludahnya sendiri saking senangnya saat menatap muka Justin yang mirip actor favoritnya. Akhirnya emak Justin pun di kubur di TPU Tanah Abang.

Suatu hari, bapaknya Justin suruh anaknya ke hutan untuk mencari mangga muda, karena istri keduanya alias emak tirinya Justin lagi ngidam. Sebagai anak yang patuh, Justin pun pergi ke hutan. Sampai disana, dia melihat pohon mangga yang berdiri tegak menantang di depannya. Lalu Justin pun manjat pohon itu. Tapi karena lebar pohon mangga itu yang mempunyai diameter 3 m, Justin kesulitan menaikinya.

Namun, sepertinya keberuntungan berpihak kepadanya, Justin melihat seorang pria berbadan besar dan kepala plontos sedang berdoa di pokok duren. Nah… Ternyata pria itu adalah HAP, calon penjaga gawang yang main iklan Axis. Segera saja Justin menghampiri HAP yang sedang berdoa.

“Woy… Hap!!!,” seru Justin.

Hap menoleh ke arah Justin dan menghampirinya.

“Nape lu manggil-manggil gue?” tanya HAP sambil garuk-garuk udelnya.

“Gue boleh mintak tolong gak?”

“Apaan?”

“Lu liat kan, tuh pohon mangga yang besar dan tingginya minta ampun. Nah, badan lu kan besar, tolong donk tabrak tuh pohon biar buahnya jatuh semua,” kata Justin seraya menunjuk ke arah pohon mangga.

“Wani piro?” Hap berlagak ala Parto OVJ.

“Gak ada duit lah, Hap. Gua kasih doa aja ya, biar lu cepet-cepet jadi penjaga gawang Timkamje (tim kampung geje-geje). Gimana?” tawar Justin mengedip-ngedipkan matanya.

“Okelah,” ujar Hap.

Hap pun memposisikan dirinya seperti banteng. Kemudian dia segera berlari dan menabrakan tubuh gembrotnya ke pohon. Alhasil, jatuhlah semua buah mangga di pohon tersebut. Dan sial bagi Hap, dirinya langsung tepar tak sadarkan diri. Tapi Justin tak peduli dengan Hap. Dia harus cepat mengumpulkan semua mangga-mangga itu.

Setelah mengumpulkan semua mangganya, Justin pun kembali bingung. Bagaimana dia bisa membawa semua mangga ini? Tadi dia lupa bawa karung.

Dari belakang Justin terdengar suara berisik-berisik. Muncullah Cristiano Ronaldo dan Ricardo Kaka yang sedang main oper-oper bola ping-pong. Ditangan mereka masing-masing memegang bungkusan kacang 2 playboy. Mereka pun berlalu masuk lagi ke dalam hutan.

Justin bingung sendiri, ini dihutan apa di lapangan bola sih. Kalo Hap sih iya, maklum mencari tempat yang khusyuk untuk berdoa supaya mimpinya menjadi kiper timkamje terkabul. Nah, kenapa ada Ronaldo dan Kaka pulak? Terus bawa bungkusan kacang 2 playboy segala. Mau iklan bang? Tapi kok di hutan sih? Anehh!!

Lalu terdengar lagi suara berisik-berisik di belakang Justin. Nah… Kali ini muncullah Lionel Messi dan Cesc Fabregas yang membawa sekarung besar harta karun di pundaknya. Mereka berdua pun berlari ke arah Justin.

“Eh, lu liat Ronaldo dan Kaka gak?” tanya Messi dengan nafas ngos-ngosan.

“Anjirr banget tuh orang berdua. Masa bola pingpong kita di curi. Padahal kan itu satu-satu bola kita,” Fabregas menambahkan.

“Salah lu sih bro. Kan bola kita sebenarnya ada 2. Satunya lu minjemin ke Nurdin M. Top, trus tuh orang malah bikin bom di bola kita dan ledakin di hotel J.B. Marriott. Hancur deh bola kita. Padahal kan itu belinya pake gaji aku selama 4 musim main di Barcelona,” tuduh Messi mewek.

“Ye… Gitu aja mewek! Udah ah, mending kita cari lagi tuh orang berdua. Eh, lu dari tadi ditanya kok gak jawab-jawab sih?” Kini Fabregas kembali ke pertanyaannya.

Justin menunjuk ke arah barat, Messi dan Fabregas pun kemudian mengikuti petunjuk Justin. Sebelumnya meninggalkan Justin, Fabregas menurunkan karungnya dan mengeluarkan 1 bungkus biskuat yang diiklaninnya di tipi-tipi Endonesia.

“Nih buat lu… BIAR JADI MACAN!!!” Fabregas memperagakan gaya iklan di tipi sambil menyodorkan bungkusan itu ke Justin.

“Kumat lagi deh…,” sahut Messi.

“Gak pa-pa lah bro. Lumayan kan buat nambah-nambah gaji kalo gue makin terkenal. Udah yukk, kita kejer lagi tuh orang,” ajak Fabregas. Mereka pun berlalu.

Hari yang aneh!! Apa ini ya sebabnya kampung mereka dikasih nama geje-geje. Masa pemain bolasepak (bahasa malaysia) pun bisa masuk kampung. Kenapa gak sekalian pembalap MotoGP? pikir Justin.

Namun tiba-tiba, suara rong-rongan motor memecah keheningan di hutan. Juara dunia MotoGP tahun 2011, Casey Stoner terlibat skandal *apaan ini?* saling meng-over take dengan rivalnya mantan juara dunia tahun 2010, Jorge Lorenzo. Sementara dibelakang mereka, terlihat seorang pembalap yang memakai nomor punggung *PLAK! Emangnya sepak bola* 46 terlihat sedang mendorong motornya karena mengalami masalah front-end yang menyebabkan motornya mogok dijalan.

Ini benar-benar gila! Benar-benar geje seperti penulisnya.

Kring…. Kring….

Iphone Justin berbunyi, sejenak dia melihat display. Oh… Ternyata bapaknya yang telpon. *ceritanya kampung mereka udah modern, makanya udah ada android*

“Iya, Pak,” sahut Justin.

“Lama amir sih, Nak! Emak tirimu dari tadi udah rengek-rengek nih minta mangganya. Cepetan donk! Habis rambut bapakmu ini di jambak-jambak!”

“Iya… Iya… Ini juga udah mau pulang kok. Udah ya…,”

Justin pun menutup telepon. Karena tidak menemukan karung disekitarnya, akhirnya dia hanya membawa beberapa buah mangga saja yang dia bungkus dengan bajunya. Dia pun berjalan pulang dengan keadaan setengah bogel. Namun, tiba-tiba saja angin berhembus sangat kencang, bahkan badai tornado pun kalah kencangnya saat Justin melintasi pokok duren tempat Hap bersemedi. Akhirnya Justin ketimpa duren runtuh dan tewas mengenaskan di tempat kejadian dengan ribuan tusukan dari buah duren di sekujur tubuhnya.

Tamat!