Diproteksi: TWOSHOT : Together We Walk (1st)

Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini:

Iklan

TWOSHOT : Once Upon A Time #2 – END

Beberapa hari setelah kejadian itu, Laura menghilang. Apartemennya kosong. Marc frustrasi mencari gadis itu. Bahkan orang suruhannya juga tidak ada satu pun yang tahu di mana keberadaan gadis itu. Harapannya kini cuma satu. Adel. Semoga saja gadis itu berbaik hati mau memberitahunya di mana Laura sekarang.

Saat Marc mencari Adel di rumahnya, lagi-lagi Marc kena semprot.

“Apa? Mau apa kau kemari?” ketus Adel. Sejenak Adel memperhatikan penampilan Marc. Sedikit mengenaskan sebenarnya. Pakaian Marc berantakan. Rambut yang biasanya disisir rapi pun kini acak-acakan. Dan kedua bola mata Marc juga dihiasi lingkaran hitam di bawahnya. Sangat menunjukkan kefrustrasiannya.

“Aku tahu kau mengetahui keberadaan Laura. Dengan segenap hatiku, aku mohon kepadamu, Adel. Beritahu aku di mana dia?” Suara Marc bergetar dan Adel juga bisa mendengarnya. Adel agak terkejut sebenarnya. Marc, pria yang dikenalnya sebagai pria sok berkuasa dan arogan itu kini memohon kepadanya. Apa tak salah? Baca lebih lanjut

TWOSHOT : Once Upon A Time #1

Adakah yang baru selain ff ini? Yeah, lagu background blog aku 😀 Spesial sengaja kuubah biar menambah feel baca cerita ini. Itu lagunya cuma diputar sekali. Karena durasinya pendek, bagi yang mau mendengarkan lagi harus menekan play-nya sendiri di music player. Okeiii, mari kita bahas ff. Agar tidak terjadi kebingungan, bagi yang belum baca Sweet Accident on Holiday, kalian bisa baca di sini. Karena cerita ini adalah sekuel dari SAoH. 

PS : Ini ceritanya rada garing dan membosankan. Happy reading…

Gelap. Rasanya kembali ke beberapa hari yang lalu, terjebak di badai salju dan hampir mati karena kedinginan. Tapi, kali ini sedikit berbeda. Laura terjatuh di tumpukan salju, tepat berada di bawah rerimbunan pohon pinus yang mulai memutih. Di sana Laura sendirian, tanpa adanya tanda-tanda Marc akan datang menolongnya.

Waktu terasa begitu lambat dengan setiap detiknya. Laura merasakan sakit yang menusuk-musuk tubuhnya, mematikan seluruh syaraf tubuhnya. Kali ini gadis itu merasa kematian memang akan datang menjemputnya.

Hal terakhir yang diingatnya sebelum matanya benar-benar tertutup adalah bayangan wajah Marc yang melintas di kepalanya dan tersenyum padanya. Rasanya ia akan kehilangan Marc segera.

***

04.27 AM

Laura bergerak gelisah dalam tidurnya. Raut wajahnya tampak resah dan butiran keringat juga tampak membasahi dahi, pelipis dan lehernya. Berkali-kali bibir mungilnya menggumam tidak jelas.

Marc yang tidur di sofa samping tempat tidur Laura lantas terbangun dan segera menghampiri gadis itu. Pria itu tidak lagi mempedulikan rasa kantuk yang menyerangnya. Padahal ia baru tidur kurang dari 4 jam. Baca lebih lanjut