Suka, Duka, Pahit, dan Manisnya Kehidupan Anak Training di Hotel

Hai, sugar! Apa kabar nih? Tak terasa ya kita udah memasuki penghujung bulan Juli. Hihi…

Oke, jadi kali ini aku mau cerita suka dan duka selama menjalani masa PKL atau bahasa kerennya sih On the Job Training. Buat yang belum tau, aku jelaskan sedikit background pendidikanku. Sampai saat ini aku masih resmi tercatat sebagai salah satu mahasiswi D1 di salah satu sekolah tinggi pariwisata yang ada di Bintan. Jurusan yang kuambil adalah Front Office. Yup, sudah bisa tebak dong fokus studiku di bidang apa? Iyap, hospitality! Hohoho…😀

Nah, untuk ente-ente yang binun cari tempat buat OJT, aku saranin carilah hotel yang memiliki kualifikasi hotel berbintang lima. Lho, kenapa? Karena semakin tinggi kualitas sebuah hotel, maka tuntutan untuk bekerja secara profesional juga pasti tinggi dong? Eit, jangan pesimis dulu dengan berpikir pasti susah tembus ke hotel model begini. Justru di situlah letak tantangannya. Semakin tinggi kualifikasi yang ditetapkan, maka semangat kita semakin terpacu seiring dengan keinginan kuat kita untuk belajar di hotel tersebut. Ingat, hanya jiwa-jiwa orang pejuang yang pada akhirnya akan menjadi pemenang. Memangnya ada yang mau jadi pecundang? Belum perang aja udah mundur duluan.

Magang di sebuah hotel besar memang banyak tantangan. Saran dariku bagi yang mau dan yang baru akan magang di hotel, khususnya di daerah kawasan wisata internasional Lagoi, Pulau Bintan, siapkan mental kalian.

Bagi yang belum mengenal Bintan, Bintan adalah salah satu pulau terbesar di Kepulauan Riau. Memiliki banyak resort eksklusif dengan pantai-pantai indah yang setiap tahun selalu ramai dikunjungi oleh turis mancanegara. Bahkan ada yang menyebutkan bahwa Bintan adalah Bali keduanya Indonesia.

Kayak wow gitu ya penjelasan di atas? Okay, let us back to reality. Karena judul postingan ini suka dan duka, so, semuanya bakal kita bahas di sini.

1. Bintan memang surganya bagi pecinta alam dan keindahan. Pantai-pantainya wow banget memang menjadi daya tarik tersendiri bagi orang-orang. Tetapi… dengan luas hanya sekitar 23.000 hektare, pulau ini masih didominasi oleh lebatnya perpohonan hijau. Meskipun pemerintah setempat mulai giat membangun, tapi hampir sebagian daerah masih didominasi oleh hutan-hutan alami. Bagi kalian yang merupakan pendatang dari kota besar, jangan harap ada bangunan tinggi atau pusat perbelanjaan yang megah. Di sini gak ada mamennnn. Nah lho? Jadi kalo kami mau nge-mall mesti ke mana dong? Tenang saja. Kalian bisa nyeberang ke pulau tetangga kok. Yup, apa lagi kalau bukan Batam. Hayo, siapa yang tidak tahu Batam? Pasti tahulah, ‘kan? Hihihi….

Aku kasih gambaran secara umum aja ini mengenai kota-kota yang ada di Pulau Bintan. Kota terbesar sekaligus menjadi nyawanya Pulau Bintan adalah Tanjungpinang. Sebenarnya di sini ada pusat perbelanjaan. Tapi tidak sebesar dan sebanyak di Batam ataupun di kota-kota besar lainnya. Setidaknya bisalah dijadikan opsi untuk tempat refreshing. Hihihi… Kalau dari Lagoi, jarak tempuh yang dibutuhkan untuk ke Tanjungpinang sekitar 45 menit – 1 jam lebih dengan kendaraan. Gak terlalu jauhlah.

Kemudian kota terbesar kedua setelah Tanjungpinang ada Tanjung Uban. Nah, kota ini nih yang menjadi favorit para trainee. Walaupun tidak sekota dan sebesar Tanjungpinang, dan jarak tempuh yang dibutuhkan gak terlalu jauh, tempat ini sering banget dijadikan tempat refreshing oleh trainee. Hihihi….

Kayaknya cuma kedua kota di atas saja yang sering didatangi oleh anak-anak training. Kalau aku yang kebetulan tinggal di Kijang–ini kota sering banget diledeki sama kakak-kakak seniorku di hotel. Dibilang kota terbelakanglah, hutanlah, sampai pernah tuh aku ditanyain begini sama salah satu kakak senior di Front Office, “Dek, di Kijang emang ada listrik?”

Asem!!! Belum tau aja dia Kijang kayak gimana. Emang sih jarak tempuhnya lumayan lama, sekitar 2 jam gitu kalau dari Lagoi. Menurutku sih, Kijang keknya lebih kotalah dibandingin sama Tanjung Uban. *revisi : ini kalo dibandingin sama Tanjung Uban Kota ya. Kalo bukan di kotanya, daku kurang paham cyinnnn*

Ini bukan ngebelain kota kelahiran lho. Tapi memang nyata. Kijang lebih kota daripada Tanjung Uban. Soalnya pernah tuh aku malam-malam bela-belain ke Tanjung Uban demi beli sepasang sepatu kerja. Soalnya sepatu lamaku udah soak. Mana bikin malu lagi pas jam kerja. Errrr…. Pengalaman aja nih buat teman-teman yang bakal magang di section yang mengharuskan banyak berjalan menggunakan sepatu pantofel, seminimal mungkin sediakan 2 pasang sepatu untuk berjaga-jaga seandainya kejadian yang aku alami ini dialami juga sama kalian pas training nanti.

Oke, kembali ke laptop! Eh, ke Tanjung Uban kamsudnya. Hihihi….😀 Jujur, itu pertama kalinya aku ke Tanjung Uban. Agak nyeremin juga sih. Soalnya di sepanjang jalan gelap banget dan kiri-kanan hutan semua. Gilak! Ngerilah. Tapi demi sepasang sepatu buat kerja besok, cusss kita lawan rasa takut.

Sampai di sononya, eh, kukira Tanjung Uban tuh kek gimana. Ternyata nothing special. Sama kayak Kijang juga sih. Sekali muter udah habis jalannya. Beli sepatu trus langsung pulang.

2. Dormitory untuk trainee. Rata-rata, untuk mahasiswa yang On the Job Training di Bintan mendapatkan fasilitas tempat tinggal yang disediakan hotel. Nah, buat yang bertanya-tanya di manakah aku tinggal selama OJT, well, aku tinggal di dorm yang berada di dalam kawasan hotel. Jadi akses dari dorm ke hotel bisa dicapai by walking aja. Mau berangkat kerja yowess tinggal jalan, cuss tak sampai 5 menit sudah sampai. Mau makan pun juga begitu. Tinggal turun ke kantin, makan, perut kenyang, trus naik lagi ke dorm. Eh, buat yang penasaran nih fasilitas-fasilitas apa aja yang kami dapatkan selama OJT–khususnya di hotel tempat aku magang ya–berupa tempat tinggal, makan sehari 2 kali (sebelumnya 3 kali sama breakfast, tapi kemudian ditiadakan dengan alasan jarang ada yang breakfast), seragam kerja, dan uang jajan tiap bulan sebesar 400 ribu.

3. Tempat kerja dan kakak senior. Kalo ini sih tergantung bagaimana kita menanggapi dan beradaptasi dengan lingkungan baru ya. Kalo situ orangnya susah beradaptasi, ya awal-awal mungkin susah. Jujur, aku orangnya agak sulit beradaptasi di awal. Semua yang dihadapi benar-benar baru. Antara nyangka gak nyangka. Well, lagi-lagi mental yang diuji. Belum lagi bisa menguasai benda-benda yang ada di konter reception, perlakuan dari kakak-kakak senior pun terkadang membuat kita ciut. Tapi puji Tuhan, selama aku magang, hampir sebagian besar kakak-kakak senior baik banget dan helpful. Mereka tak segan nolongin kalau kita butuh bantuan. Tapi ingat ya, terkadang mood orang tiap hari kan bisa berubah-ubah. Kalau si kakak senior lagi gak mood ngomong atau suasana hatinya lagi kacau, tebelin kuping sama tabahin hati kalau dimarah. Anggap itu bagian dari proses pembelajaran. Trus aku pernah dan sering dimarah gak? Pernahlah. Lumayan malah. Apalagi pas pertama magang. Awal-awal emang dongkol. Ini hati panasnya bukan main. Dalam hati tereak-tereak, “Woy! Maklumilah kalo gua bikin salah. Gua masih belajar!” Tapi apa mau dikata. Bibir ini hanya bisa terdiam dan membisu. Sabarrrrrrr…..

Tapi setelah dimarah-marah, kakak senior itu baik lagi kok. Malah bercanda-canda. Hihihi…. Keknya gak terjadi apa-apa.

Tipikal orang kan berbeda-beda. Tidak menutup kemungkinan kalian akan ketemu sama kakak senior tipe tukang suruh-suruh. Trus, cara hadapinya gimana?

Oke, begini. Selain kita belajar tentang hotel, sebenarnya banyak banget lho ilmu hidup yang bisa kita dapatkan. Salah satunya sabar. Bagi orang yang tidak sabaran pasti bakal gondok setengah mampus dengan kakak senior yang hobinya nyuruh-nyuruh. Jujur aku orangnya kurang sabaran. Tapi di sini, kita benar-benar dituntut untuk menjadi seorang yang profesional. Ada masalah dengan pacar, abaikan. Ada masalah dengan teman-teman di dorm, lupakan. Pokoknya gak usah dipikirin. Fokus sama kerjaan. Trus cara hadapi kakak senior model kayak begitu ya banyak-banyak bersabar. Kalau bisa anggap apa yang dia suruh kita kerjakan itu sebagai tambahan ilmu. Emang gak mudah. I felt it kok. Kuncinya hanya bersabar. Setelah selesai training pasti kalian bakal ngerasa ada yang beda sama diri sendiri.

Satu lagi untuk masalah beradaptasi. Ini mungkin yang paling penting. Well, candaan orang hotel itu terkadang keterlaluan lho. Terkesan kasar dan berbau porno. Eittt, jangan negative thinking dulu. Inilah bedanya kerja di bidang pelayanan. Kita mesti nyenengin orang lain bagaimanapun caranya. Namun, ada saatnya kita nyenengin diri sendiri, yaitu dengan bercanda dengan rekan-rekan. Jangan heran saat kalian nanti terjun ke industri sesungguhnya akan menemukan banyak sekali istilah-istilah banci.😀 Eh, kok banci? Kayak gimana pula tuh? Hihihi…. Nanti pasti tau sendiri kok. Intinya jangan cepat tersinggung. Itu udah jadi makanan sehari-hari di hotel. Kalau bisa mah ikutan nimbrung. Jadi bisa seru-seruan bareng kakak-kakak senior.

Kayaknya udah lumayan panjang tulisan di atas. Semoga postingan ini bermanfaat bagi kita semua ya. Setidaknya biar ada gambaran sedikit mengenai kehidupan trainee di hotel kayak gimana untuk calon trainee yang akan melakukan OJT.

Well, kita ketemu lagi di postingan selanjutnya.😉

Salam,

Rita

8 thoughts on “Suka, Duka, Pahit, dan Manisnya Kehidupan Anak Training di Hotel

  1. Kayanya kok seru banget ya, aku sendiri belum terlalu lama selesai masa PKL, bedanya aku PKL di sekolah SD, calon guru soalnya😀, memang dr masa2 PKL banyak banget ilmu yg bisa didapat, suka duka jg banyak, bisa memahami karakter org2 yg bekerja dibidang itu, kena marah sama kepala sekolah😀, dan benar seperti yg author bilang, menuntut kesabaran yg tinggi, kalo kalian kakak senior yg hobby nyuruh2, kami guru2nya yg hobby nyuruh2, nice share, bisa berbagi pengalaman

    Suka

  2. Selain itu wawasan kita di luar hotel pun harus berbobot, karena nanti tamunya nanya2 tentang keadaan di sekitar hotel, kita bisa jawab dan bahkan bisa memberikan tips2 yang berguna buat tamu.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s