Ungkapan Permintaan Maaf Dari Lea

Untuk David, yang terlupakan oleh Hanna.

Aku mengira dia akan menyerah, pada waktu yang tidak berpihak kepadanya, pada takdir yang tak berhenti mempermainkannya, dan pada kakakku, Hanna yang tak pernah membalas perasaannya.

David Benjamin Tanujaya, dia terlahir untuk tidak mengenal kata lelah. Berkali-kali Kak Hanna menolaknya, tapi dia tetap berdiri bagai karang yang tak pernah hancur sekalipun diterjang ombak sedahyat gelombang tsunami. Dia tetap di sana, berdiri memperjuangkan cintanya, sendiri memperjuangkan hidupnya, dan tak lelah memperjuangkan Kak Hanna untuk kembali padanya. Sekali pun tak pernah terbesit di benaknya untuk mundur dan merelakan Kak Hanna pergi.

Tuhan… sekejam itukah kau memperlakukan Kak David? Aku sebagai saksi bagaimana Kak David berusaha mati-matian untuk memenangkan hati Kak Hanna, berjuang mengembalikan ingatannya, dan rela hatinya terluka disakiti kakakku tanpa pernah mengeluh dan menangis. Kak David terlalu baik untuk menerima semua ini. Ini tidak adil.

Aku marah, pada Kak Hanna yang tidak pernah sadar akan kehadiran Kak David di sisinya, yang selalu ada di sampingnya setiap Kak Hanna butuh bantuan. Kenapa sedikit saja kau tidak peka terhadap perasaan Kak David, Kak? Butuh sebanyak apa perhatian Kak David kepadamu agar kau sadar bahwa dia ada, Kak? Pria yang rela terluka. Pria yang rela kau sakiti karena ketidaksadaranmu. Pria yang rela menjatuhkan harga dirinya karena keegoisanmu. Dia adalah Kak David, Kak Hanna. Dialah pria yang tidak pernah kau anggap, namun rela terjatuh karena mencintaimu. Tidak bisakah kau melihatnya? Perlukah aku membuka lebar-lebar matamu untuk melihat bahwa Kak David tidak pernah letih mengejarmu?

Kau jahat, Kak Hanna. Kau jahat. Tidak berperasaan. Kau sungguh kejam memperlakukan Kak David seperti itu. Aku kecewa, sangat kecewa kepadamu, Kak.

Kepada Kak David, yang selalu mencintai kakakku tanpa syarat, yang rela mengorbankan hatinya untuk disakiti, yang selalu berdiri tegar bagai bongkahan batu karang, yang selalu tersenyum saat hatinya dilukai Kak Hanna, aku berterima kasih kepadamu, Kak. Terima kasih untuk semua cinta yang kau limpahkan untuk Kak Hanna. Terima kasih untuk waktu yang kau luangkan untuk membantu Kak Hanna pulih dari ingatannya. Terima kasih untuk semuanya, Kak David. Tapi hari ini, mulai detik ini, aku mohon padamu, jangan lagi membiarkan dirimu tersiksa. Kak Hanna tidak akan mengingatmu lagi, Kak. Menyerahlah. Aku tidak kuat melihatmu disakiti oleh sifat kekanakan Kak Hanna. Menyerahlah. Kak Hanna tidak akan melihatmu sebagai seorang lelaki yang mencintainya. Tidak akan, Kak.

Aku minta maaf mengatakan semua ini. Maaf sekali. Tapi, kumohon menyerahlah. Karena Kak Hanna mencintai laki-laki lain. Dia mencintai Jake, Kak. Jake Anderson Tanujaya, adik kandungmu sendiri, Kak David.

Dia telah membuat kakakku yang naif jatuh cinta. Dan aku tidak bisa menghentikannya.

Maaf.

One thought on “Ungkapan Permintaan Maaf Dari Lea

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s