Krisis Percaya Diri

Akhir-akhir ini entah kenapa kok aku sering merasa minder. Minder sama tulisan sendiri, minder sama kemampuan sendiri dan minder sama kelebihan orang lain. Yang terakhir ini tidak masuk dalam kategori iri ya.

Jadi beberapa minggu yang lalu, aku secara resmi tercatat sebagai mahasiswi STP Sahid Bintan, salah satu sekolah pariwisata yang ada di Pulau Bintan. Sebenarnya tak ada rencana masuk ke sini. Cuma ya, entah kenapa dari dulu setiap bikin rencana—sematang telur—selalu berakhir dengan angan. Berbanding terbalik dengan rencana tiba-tiba yang kuambil secara spontan, eh, malah berakhir dengan hasil yang, well, bisa kukatakan cukup memuaskan. Walaupun di awal aku tidak berharap banyak. Jadi demi menunjang skill sebelum terjun di dunia perkuliahan, beberapa minggu yang lalu aku sudah mempersiapkan diri dengan les bahasa Mandarin dan semakin memperdalam bahasa Inggris-ku.

Balik ke topik utama. Minder mungkin jadi karakter utamaku. Aku minder sama diri sendiri, gak percaya diri dan selalu merasa tidak bisa sebelum mencoba. Sahabatku, inisialnya I selalu bilang kalau aku ini tipe orang yang gampang termotivasi karena rasa minder. Setelah aku pikir-pikir sih memang benar adanya. Tapi… tetap aja yang namanya minder gak pernah hilang dan terkadang aku malah down karenanya.

1. Minder sama tulisan sendiri.

Aku sering banget ngerasa malu tiap baca tulisan-tulisanku sendiri di blog ini. Aku banyak belajar cara menulis yang baik dan benar, tapi tetap kok rasanya jelek banget di mata aku pas baca ulang. Jadi inilah salah satu alasan kenapa aku jadi enggan menulis lanjutan cerita yang pernah kubuat.

2. Minder sama tulisan orang lain.

Pernah gak sih kalian mengagumi tulisan seseorang? Apa yang kalian rasakan? Well, kali ini minderku agak keterlaluan dan aneh. Kagum mungkin sudah wajar. Tapi, aku selalu ngerasa kecil banget tiap baca tulisan orang lain yang jauh lebih rapi, indah, dan menarik. Aku terus mengembangkan diri, berusaha menjadi lebih baik dan menghasilkan karya yang lebih bagus.

Aku bukan penulis yang baik. Tulisanku masih bertele-tele, boros kata dan kadang sering typo. Aku terus perbaiki, baca berkali-kali sebelum dipost, cek kosakata yang aku kurang yakini di kamus, dan minta saran sama pembaca pertamaku, Emak Nata. I really thank her. Emakku yang satu ini selalu ngeluangin waktunya buat baca tulisanku yang masih amburadul dan setia dengarin curhat gejeku.

Hm, cukup sekian dari tulisan geje kali ini. Sampai jumpa😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s