Curhatan : Yang Tak Terlupakan…

PS : Tulisan ini mengandung unsur rohani. Tidak ada konten yang menyudutkan. Jadi bagi pembaca yang beragama lain, silakan juga kalau mau baca tulisan ini. Aku cuma mau berbagi kebaikan aja kok dan semoga bermanfaat untuk kita semua. Happy reading😉

Sebagai pembuka

Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu.

Hola! Apa kabar? Adakah yang rindu pada diriku? Hihihi… Aku juga kangen kalian kok. Masih ada yang penasarankah dengan kelanjutan My Secret, His Son? Sabar ya. Aku usahakan bisa secepatnya nulis cerita itu.

Kali ini aku mau cerita tentang masa-masa SMA. Ya, tanggal 20 Mei kemarin aku resmi dipecat *beuhh… bahasanya* dari SMAN 1 Bintan secara terhormat. Hihihi… Finally, aku lulus dengan nilai ya lumayan… lumayan bikin senang dan sedih. Cuma ya, aku bersyukur banget nilai Matematika-ku *musuhku di dunia akhirat* gak malu-maluinlah. And I wanna say thanks to all my teachers who had taught me. Really thank you🙂

Aku mau cerita tentang satu orang guru. Insialnya Pak C. Guru favoritku sekaligus guru yang paling nyebelin😀 Jadi Pak C ini adalah guru agama Kristen di sekolah. Aku deket banget sama beliau ini dan sering banget saling ngeledek. Pokoknya banyaklah suka dan duka, sedih dan senang di antara aku dan beliau ini. Soalnya Pak C enak banget dijadikan tempat curhat. Setiap pelajaran agama aja, ada aja tingkahku biar gak usah belajar. Hihihi…. Yang paling sering sih celoteh tentang hal-hal gak penting di saat beliau sedang mengajar. Modus banget, kan? Ujung-ujung berakhir dengan sharing dan curhat-curhat gak jelas.😀

Pak C ini tipe guru yang nyenengin dan asyik deh. Tapi, suka nyeramahin juga. Maksudnya ngasih nasihat dan kata-katanya selalu dikutip dari Alkitab. Aku mah iya-iya aja tiap beliau ngomong. Sampai rumah, eh, lupa deh apa yang dikatakan sama Pak C.

Sejak kami *pelajar Kristen* kelas satu, kami selalu disuruh menghafal Firman Tuhan di alkitab. Jadi ada satu hari, aku lupa kalo ada tugas menghafal. Matilah. Jadi pas jam pelajaran agama, aku hafal mati-matian. Pak C ini sampe ngancem. Begini kata-kata beliau, “cuaca lagi panas nih. Enak kali ya kalo Bapak suruh kalian lari keliling lapangan.”

ALAMAK!!!

Cepat-cepatlah kami hafal. Untung aja kami bisa. Hihihi….

Sampai kelas XII, acara hafal-menghafal ayat alkitab ini tetap berlanjut. Kadang sih jengkel banget pas disuruh ngafalin. Sering banget kami gondok sama Pak C.😀 Hihihi…

Jadi, sejak aku meninggalkan SMA, entah kenapa aku jadi kangen banget hafalin ayat Alkitab, trus pengen banget balik ke SMA lagi dan belajar seperti biasa. Rasanya sedih pas natapin pakaian putih abu-abuku. Sekadar informasi, baju sekolahku masih sangat-sangat-sangat BERSIH dari noda corat-coret. Jadi pas teman-teman lainnya sibuk konvoi, aku mah duduk santai angkat kaki di rumah. Gak guna sih menurutku konvoi-konvoi gitu. Sayang sama baju. Mending disumbang trus dapet pahala. Nah, lebih berguna, kan?

Jadi beberapa hari yang lalu, aku sedikit berkonflik dengan you-know-lah. Aku gak mau bahas masalah itu lagi sih. Kenapa? Karena aku teringat kata-kata Pak C tentang ‘kita boleh meluruskan permasalahan yang ada tanpa harus membuka perkara seseorang’. Kata-kata Pak C tiba-tiba aja mukul batinku. Dan kenangan masa-masa kami belajar agama pun berputar di benakku. Kangen banget.

Pak C juga pernah bilang begini, “yesterday is a history, tomorrow is a mystery, and today is a gift of God.” Kata-kata itulah yang bikin aku langsung minta ampun sama Tuhan. Rasanya bersalah banget udah menyia-nyiakan anugerah dari Tuhan dengan melakukan hal-hal yang gak guna (Read : hujat-hujatan di Twitter). Lagian masalahnya juga sepele dan dibuat hingga berlarut-larut. Memang sih ada dongkol di hatiku. Tapi, aku terus berdoa sama Tuhan dan malam itu aku coba baca Alkitab. And you know what? Aku menemukan Firman Tuhan yang benar-benar menguatkan dan dongkol di hatiku seketika hilang.

Berikut ayat-ayatnya.

Lukas 6 : 27-28

“Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu.

Jika Anda seorang Kristiani, semoga ayat ini dapat kalian renungkan.

Dan akhir-akhir ini aku lihat banyak banget fanwar di Twitter. Saling hujat menghujat dan aku pernah melakukannya. Memang sih itu lumrah terjadi dan bagian dari bumbu persaingan. So, buat kalian yang bertanya-tanya, kok aku jarang nongol di Twitter, itu karena aku gak mau terpancing dan sedikit gak nyaman dengan beberapa followers-ku. Banyak ajang sindir menyindir dan aku juga salah satu korbannya. Tapi, aku selalu menanamkan satu prinsip di hatiku sejak kejadian itu, biarlah mereka berkata apa, biarlah mereka mau menulis apa, aku cuma akan membalas dengan mendoakan mereka saja. Kata Pak C, semakin banyak yang membenci kamu, maka kamu harus rajin-rajin mendoakan mereka. And I did it.🙂

Akhir kata, aku ucapkan terima kasih bagi yang telah membaca tulisan ini. Semoga bermanfaat dan apa pun agama kalian, suku kalian, dan bahkan idola kalian, salinglah bertoleransi. Hidup ini keras. Kuncinya adalah bertahan. Bertahan bagaimana? Yaitu dengan belajar bersabar dan mengontrol diri sendiri.

Auf wiedersehen.😉