Di Saat Galau Hadir…

Targetnya sih tahun 2014 ini mau produktif menulis. Entah itu menulis novel, cerpen, fanfic dan lain-lain. Tapi, entah kenapa akhir-akhir ini jadi males banget nulis fanfic. Seharusnya sih makin rajin karena dapat banyak support dan komen positif dari my lovely readers. Jadi buat yang bertanya-tanya kapan ff ini lanjut, kapan ff itu lanjut, aku cuma bisa jawab, well, aku butuh waktu.

Waktu? Kenapa waktu? Bukannya sekarang udah leluasa karena sudah selesai UN? Yep! Awalnya aku pikir kalo udah selesai UN itu udah bebas, bisa jungkir balik sesuka hati dan guling-guling gak jelas di aspal. *dilindes bus baru tau rasa lu Rit*😀 I’m totally wrong. Ternyata kegalauan setelah UN itu meningkat dua kali lipat. Adalah milih jurusan kuliah apa, mau kuliah di mana, dan tetek-bengek lainnya.

Jadi ceritanya aku benar-benar bingung dan gak tahu musti ngapain sekarang. Karena… diriku ini mengidap penyakit plin-plan tingkat akut yang tak tertolong lagi. Coba aja tanya satu pertanyaan hari ini sama aku, aku pasti jawab A. Pas besok dikasih pertanyaan yang sama, pasti aku jawab B. Dan jawaban bisa berubah lagi dalam 1 atau 2 jam kemudian. Jadi inilah yang bikin aku khawatir tentang masa depan. Mau jadi apa aku nanti?

Aku punya banyak pilihan. Tapi, sangat sulit untuk menentukan. Karena apa? Karena sifat plin-plan gak jelas itu. Sebelumnya aku udah daftar kuliah jalur undangan atau biasa disebut SNMPTN (Seleksi Nilai Masuk Perguruan Tinggi Negeri). Aku pilih Universitas Gadjah Mada dengan prodi Hubungan Internasional untuk pilihan pertama dan Sastra Inggris untuk pilihan kedua.

Kenapa HI? Karena aku suka banget sama sesuatu yang berhubungan dengan negara luar, apa yang terjadi di sana, politiknya, budayanya, dan hal-hal yang berbau perdamaian dunia. Jadi aku pikir, mungkin dengan jalur Hubungan Internasional aku bisa mewujudkan apa yang aku inginkan.

Kenapa Sastra Inggris? Awalnya mau ambil Sastra Jerman. Tapi, di UGM gak ada. Ya udahlah ambil Sastra Inggris aja. Sebenarnya gak terlalu excited sama prodi ini. Karena aku browsing di internet tentang mata kuliah yang bakal diterima pasti tak jauh-jauh dari dunia sastra seperti novel, puisi, drama, dll. Sejujurnya agak bosan sama materi itu. Karena selama 2 tahun di program bahasa, itu udah jaddi makanan sehari-hari. Jadi aku pengen sesuatu yang lebih menantang. Selain mempelajari karya sastra, sasing juga ada linguistiknya. Aku suka sih pelajaran linguistik/ilmu bahasa yang aku dapatkan di sekolah. Ya, walaupun itu linguistik bahasa Indonesia.

Dan masalah muncul lagi. Aku tinggal di Kepulauan Riau. Sedangkan UGM ada di Yogyakarta. That’s really far from here. Aku tipe anak manja dan rumahan. Jadi masih bergantung sama orangtua. Dan aku mikir kalau tinggal sejauh itu dari orangtua, rasanya belum siap. *Jadi kapan mau mandirinya?*

Selanjutnya, akhir-akhir ini aku tertarik banget sama hospitality/perhotelan. Lah? Kalau begitu kenapa gak dari awal ambil perhotelan?

Awalnya setelah lulus SMP, memang sih rencananya mau ambil SMK pariwisata. Tapi, apa daya, keluarga tak mengizinkan. Kenapa? Karena reputasi anak-anak perhotelan tidak baik, kata mereka. Ya udahlah, ikuti saja.

Dan sekarang, aku rasa aku udah cukup dewasa walaupun masih plin-plan untuk menentukan masa depanku. Aku pengen ambil sekolah pariwisata. Orangtua ngasih izin. Tapi, kakakku kurang setuju. Katanya sayang banget kalau ambil pariwisata, apalagi perhotelan. Dia nyaranin lebih baik aku ambil bahasa aja dan sekolah di Akademi Bahasa Asing.

Sekadar informasi, sekolah pariwisata itu memang lebih mengarah ke perhotelan dan gelarnya cuma D1 doang. Awalnya aku agak ragu. Kenapa? Aku mikir gini, selama 3 tahun aku belajar mati-matian untuk dapatin beasiswa buat kuliah dan pas kuliah aku cuma lulusan D1 aja. Tapi, positive thinking ajalah. Sambil besarin hati, aku selalu menyugesti diriku sendiri dengan kata-kata, “banyak kok sarjana yang pengangguran”. Itu tergantung bagaimana dan apa usaha kita untuk menjadi orang yang lebih baik.

Kemarin aku udah ambil formulir pendaftaran di sekolah perhotelan. Tapi, entah apa yang terjadi, aku dua kali salah ngisi formulirnya. Haduhhh….!!! Apa gak jodoh ya?

Tapi, apa pun itu, aku menyerahkan sepenuhnya sama Tuhan. Biarlah tangan Tuhan yang bekerja dalam mengatur hidupku dan aku hanya menjalaninya saja. Aku cuma bisa berdoa. Karena aku yakin rancangan Tuhan itu sangat indah.

6 thoughts on “Di Saat Galau Hadir…

  1. rita, sekedar saran dari aku ya, kalau km masih bingung mau ambil jurusan apa, mending cari yang sifatnya universal dulu, jangan yg spesifik. mikirnya gini aja, kamu kuliah cuma mau nambah ilmu, pengalaman, dan network. nanti mau jadi apa atau kerja apa, dimana ya itu urusan nanti, toh tiap orang udah ada rezekinya masing2 kok. apalagi kamu udah ada bakat nulis, nah jadikan kuliah kamu nanti untuk dijadikan bahan buat nambah variasi tulisan kamu🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s