Thankyou for Everything #5

Selamat membaca semuanya🙂

***

Besok hari libur, dan mungkin setiap hari adalah hari libur untuk Adelaide Alessandra. Karena beberapa alasan, Adel memilih tidak melanjutkan sekolahnya. Dan malam ini Adel sedang mengitari pusat kota bersama Dani. Sebenarnya ia harus beristirahat seminggu sesuai anjuran dokter, tetapi Adel yang sudah bosan memaksa Dani untuk menemaninya jalan-jalan.

“Kemana saja kau? Mengapa tidak ada kabar kemarin?” tanya Dani.

Adel gelagapan. “Ehm.. Itu.. Kemarin aku.. sedang di luar kota. Iya sedang di luar kota..”

Dani mengangguk, lalu melemparkan pertanyaan lagi. “Kenapa kau tidak memberitahu ku?”

“Memangnya harus?” Adel balik bertanya. Sebisa mungkin ia mengalihkan pembicaraan.

Kemudian Dani memarkirkan mobilnya. Ia mengajak Adel keluar untuk melihat sungai besar dengan hiasan lampu dimana-mana. Sangat indah kalau dilihat pada malam hari. Seperti ini.

“Boleh ku jawab pertanyaan yang tadi?” Dani bertanya, dan menjawabnya sendiri sebelum Adel membuka mulutnya. “Well, aku rasa sekarang iya. Karena aku ingin kita memulai semuanya mulai saat ini.”

Muka Adel memerah. “Memulai semuanya? Apa maksudmu?”

“Would you be my girlfriend?”

“Hah?” reaksi polos Adel sontak membuat Dani tertawa.

“Mau jadi pacarku?” ulang Dani sambil menatap mata Adel.

Gadis itu tersenyum malu, segera ia mengiyakan pertanyaan yang sangat ia harapkan dari dulu. Setelah itu Adel mengalihkan pandangannya ke arah sungai sambil memegang pagar besi jembatan. Adel menghirup nafas dalam-dalam dan menghembuskannya sambil memejamkan mata.

Awalnya ia takut menerimanya karena memikirkan tentang penyakitnya. Namun tidak ada salahnya mencoba bukan? Eh? Adel langsung membuka matanya begitu Dani mencium pipinya. Ia memandang laki-laki di sebelahnya yang kini juga sedang menikmati tenangnya aliran air sungai dibawah mereka.

“Rupanya aku masih bisa merasakan juga apa itu kebahagiaan,” gumam Adel dalam hati.

***

“Kau tunggu disini saja, aku cuma sebentar. Nanti aku kembali lagi,” pesan Dani ketika mereka sampai didepan tempat olahraga yang terlihat sepi itu.

Sewaktu Dani ingin mengantar Adel pulang, salah seorang teman meneleponnya dan meminta bertemu disini. Agak aneh sepertinya, tapi bisa saja temannya habis berolahraga sehingga meminta Dani menemuinya disini.

Laki-laki itu melangkah masuk ke dalam. Adel mendengus, dulu ia sering kesini sebelum ada larangan dari dokter bahwa dirinya tidak boleh terkena air dingin. Hampir setengah jam Adel menunggu, tetapi Dani belum kembali juga.

“Hampir melewati batas jam malamku,” desah Adel.

Akhirnya ia memutuskan untuk menyusulnya ke dalam. Kosong, tidak ada siapa-siapa. Lalu kemana Dani dan temannya? Adel memperhatikan sekelilingnya. Dan tatapannya langsung tertuju pada sesosok laki-laki di kolam sedalam 4 meter.

Laki-laki itu menggapai-gapaikan tangannya berusaha meminta pertolongan, ia timbul tenggelam dan meronta tak karuan. Adel membeku di tempat seketika. Dani! Astaga.. Dani kan tidak bisa berenang. Apa yang harus ia lakukan? Menolongnya sama saja akan mengantarkan dirinya kembali ke rumah sakit. Di tengah kalutnya pikiran Adel, gadis itu tiba-tiba berlari dan melompat ke dalam kolam.

Ia berusaha menyeret Dani ke pinggir kolam sambil menahan ngilu yang menjalari seluruh tubuhnya. Setelah bersusah payah, Dani berhasil meraih tangga dan naik ke atas. Ia memuntahkan air yang tadi tertelan dan mengatur nafasnya.

“Well.. Thankyou. Aku berhutang nyawa padamu,” ujar Dani sembari terkekeh. Ia berpaling lantas menemukan Adel menelengkupkan kepala diatas lututnya.

Dani menghampirinya dan tersadar kalau.. Gadis itu pingsan! Dani menggendong Adel masuk ke dalam mobil dan menunggu sampai dia terbangun. Memang tak lama Adel terbangun, hanya badannya menggigil dan bibirnya pucat sekali.

Sejurus kemudian Dani memeluknya erat, memberikan kehangatan dan berharap dapat membuat gadis itu merasa baikan. Akan tetapi bukannya mereda, kini Adel malah mimisan. Darah mengalir keluar dari hidungnya yang jelas saja menimbulkan kecemasan dan kepanikan dalam diri Dani. Ditambah lagi gadis itu pingsan kembali setelah tadi sempat tersadar.

Ia langsung tancap gas menuju rumah sakit. “Semoga tidak terjadi apa-apa padamu, aku yakin kau akan baik-baik saja Adel..”

***

Casey dan Adriana melangkah masuk ke dalam rumah sakit. Mereka mencari kamar Adel. Begitu mendapatkan kamar yang dicari, mereka segera masuk untuk melihat keadaan Adel.

“Bagaimana kondisinya sekarang?” tanya Casey menampakkan raut muka yang sangat cemas.

“Dia masih belum sadar, mungkin dia kelelahan juga. Keadaannya baik-baik saja, kau tak usah khawatir,” jelas dr. Cal sambil menepuk pundak Casey.

“Anakmu itu adalah gadis yang kuat. Rata-rata tidak ada yang bisa bertahan jika tercebur ke kolam air dingin dengan angin malam seperti ini.” Dr. Cal sedikit menghibur mereka, namun setidaknya itu berhasil membuat Casey dan Adriana merasa lebih tenang.

“Kita harus bermalam lagi disini,” celetuk Casey saat dr. Cal berlalu meninggalkan mereka. Kemudian Casey menghempaskan diri ke ranjang. Kamar VIP yang ditempati Adel memang memiliki fasilitas lengkap.

“Well, sebaiknya kau beristirahat saja dulu. Kau terlalu sibuk hari ini,” ujar Adriana, lalu ia menarik kursi dan duduk di samping ranjang Adel.

Casey berjalan ke arah Adriana. Ia tersenyum kecil melihat Adriana sangat memperhatikan Adel, walaupun dalam keadaan Adel yang tidak sadar. Coba kalau setiap hari ia bisa melihat adegan seperti ini. “Kau juga harus beristirahat, sayang. Besok aku ada shooting pengambilan gambar di Catalunya, aku ingin kau menemaniku.”

Ia mengelus pelan kepala Adriana, kemudian mengajaknya untuk tidur karena malam sudah hampir larut. Mereka mencium kening Adel dan membisikkan sesuatu pada gadis itu bahwa mereka ada disini dan akan selalu menjaganya.

Sementara itu, Laura tinggal sendirian di rumah. Ia sebenarnya merasa kesepian, tapi toh lagi-lagi saudara kembarnya memang sedang membutuhkan Casey dan Adriana saat ini. Setelah uring-uringan tidak jelas, Laura akhirnya terlelap juga. Andai saja ada yang menemaninya tidur seperti Casey terkadang menemani Adel. Andai saja..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s