Akhir Cerita

Terbelenggu karena rasa

Kau dan aku : akhir ceritaku

Malam itu terasa beda dirumah ini, ramai dan berisik. Mata gadis itu mencari-cari sesuatu diantara kerumunan orang. Ada sesuatu yang aneh disini, seolah ada tatapan membunuh dari seseorang yang diarahkan kepadanya. Gadis itu waspada, belati yang sudah diasahnya tadi sudah terselip rapi disepatunya.

Sejenak ia lepaskan kewaspadaannya, gadis itu merasa sedikit haus lalu kakinya membawa tubuhnya ke meja hidangan khususnya bagian minuman untuk para tamu undangan. Ia mengambil gelas berisi air merah dan meneguknya hingga habis. Baru saja ia hendak berbalik, seseorang menepuk pundaknya. Gadis itu berwaspada.

Ia berbalik, melihat siapa yang menepuknya. Seorang pria tampan dengan tatapan dingin. Pria itu menatapnya lekat dan intens.

“Kau Lea Alegory?!” Kalimatnya yang dikeluarkannya bukan pertanyaan melainkan pernyataan.

“Kenapa?” balas gadis itu sinis. Ia tahu pria ini bukan orang baik.

“Kau masih ingat denganku?” tanyanya, tatapan matanya seolah menilai dan gadis itu tidak tahu apa yang dilihat darinya..

“Tentu saja. Kau adalah pembunuh atau… lebih pantasnya kau disebut psikopat,” jawabnya dingin. Ya, pria ini adalah psikopat yang berprofesi sebagai pembunuh bayaran. Lea tidak takut, malah heran melihatnya disini?

“Tepat, Sayang. Kau tidak takut aku berada didekatmu?” Lea mulai mendengar nada mengancam dari pria itu. Ia tidak takut.

“Tidak. Aku rasa tidak ada yang perlu kutakutkan, karena kau akan membunuhku sebentar lagi. Aku sudah siap untuk itu,” Setiap kata yang diucapkan Lea terdengar menyakinkan. Ia siap untuk mati.

“Aku tidak akan membunuhmu, Sayang. Kau terlalu berharga untuk mati berdarah. Aku membuat penawaran untukmu,” kata pria itu tersenyum jahat. Tatapan matanya berubah menjadi tatapan sensual. Lea tahu apa arti tatapan itu.

“Kau mau membayarku? Jangan harap kau bisa mendapatkannya,” desis Lea sinis.

“Baiklah. Itu pilihanmu. Ada pesan terakhir? Kalau begitu saatnya mengucapkan selamat tinggal, Sayang,” Pria itu menusuk Lea dengan pisau beracunnya yang setajam mata elang. Seketika jerit orang-orang membahana ke seluruh penjuru rumah melihat kejadian itu.

“Oke, Cut!!!” teriak sang Sutradara. “Bagus sekali akting kalian,” pujinya seraya tersenyum puas.

Tepuk tangan pun berdatang dari seluruh kru film.

End

One thought on “Akhir Cerita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s