Cerita Cinta Casey Stoner & Adriana Tuchyna


58072090qm2

Oleh : Bunda Hajjah Halimah

Edited by Rita/Lizzy Huang

PS : Postingan ini khusus dibikin dalam rangka ucapan Happy 6th Anniversary untuk pernikahan Casey Stoner & Adriana Stoner. Walaupun agak telat sih :p Oke, For your information, tulisan ini pernah di post oleh Bunda Hajjah Halima di grup STONER FRIENDLY. So, Happy Reading ya , Guys.

CINTA MENGALIR DARI TANDA TANGAN DI PERUT :

Mengajak kencan pertama ternyata lebih mendebarkan daripada gelar juara dunia…..

Philip Island, ini tempat yang sangat bersejarah bagi Casey Stoner. Sirkuit Philip Island pada tahun 2003 Casey Stoner menancapkan salah satu tonggak sejarah dalam hidupnya. Kala itu, usianya masih 18 tahun dan sedang berjuang meniti karier di pentas balap international. Sebagai pembalap, si wajah imut ini tentu sering menyaksikan tubuh-tubuh molek para gadis podium di berbagai negara. Darah mudanya mungkin sering bergolak akibat banyaknya wanita cantik di sekitarnya. Hatinya mungkin saja berdebar melihat wajah cantik dan tubuh molek yang sudah menjadi bagian dari pemandangan selingan di setiap arena balap. Bisa jadi matanya juga menyaksikan sejumlah affair antara kru tim balap dengan sebagian gadis-gadis itu atau dengan wanita-wanita cantik lainnya.

Namun tampaknya ia tidak mudah terpikat begitu saja pada para gadis arena di berbagai negara. Sebagai manusia yang dibesarkan dari kawasan pedesaan, Casey cukup kuat memegang nilai-nilai tradisional. Ia tidak memberikan nafsu seksual merusakkan cita-citanya menjadi pembalap international. Tinggal dan berkarier di Eropa juga tidak membuatnya lupa pada negeri tumpah darahnya. Sudah melihat begitu banyak jenis wanita, hatinya justru langsung terpikat pada gadis muda dari negerinya sendiri.

Casey sedang menjalani tahun pertama balap di kelas 125cc, saat harus bertarung di Philip Island. Saat menyelesaikan lomba di 2003 MotoGP Australia, tiba-tiba ia di datangi seorang gadis cantik di pinggir area pacu jalur. Setelah mengobrol sejenak, ia dengan senang hati mau memenuhi permintaan gadis berusia 14 tahun itu untuk memberinya tanda tangan. Ia tidak terlalu kaget saat gadis itu tidak menyodorkan kertas atau buku untuk ditandatangani. Itu karena ia sadar bahwa fans balap kadang menyodorkan kaus, topi atau benda-benda lain untuk ditandatangani. Namun, ia agak terkejut dengan apa yang disodorkan gadis bernama Adriana Tuchyna itu. Betapa tidak? Ia melihat Adriana membuka T-shirt dan agak memelorotkan celana jeansnya. Maka, Casey pun menarikan spidolnya diatas perut mulus Adriana.

3052520

13010593402

Setelah itu, mereka juga sempat saling memandang mata di sekitar paddock. Pada akhir pekan itu, mereka lalu bersepada motor bersama mengitari pulau dan saling berbincang untuk lebih mengenal satu sama lain. Apakah kala itu sudah ada benih-benih cinta dalam pandangan pertama?

Rupanya, kala itu Dewa Amor juga berada di paddock dekat Casey dan Adriana yang saling bertatapan mata. Sang Dewa pun segera menembakkan panah asmaranya saat kedua sejoli itu sedang berbincang dan jemari Casey beraksi diatas perut Adriana. Tak pelak, akibat panah asmara itu Casey pun kepincut pada si cantik Adriana. DARIMATA TURUN KE PERUT DARI PERUT MASUK KE HATI wiittt wiuuuwwww…..😀

Mereka pun saling kontak setelah itu, meski belum mau disebut berpacaran. Toh, kalau pacaran, mungkin saja itu masih disebut sebagai Cinta Monyet, Cinta Anak Ingusan. Maklum umur Casey baru 18 tahun dan Adriana baru lewat 14 tahun.

Meski demikian, sedikit perbedaan gaya hidup tidak terlalu merintangi cinta mereka. Casey berasal dan tumbuh dari kawasan pedesaan, bernama Kurri-Kurri sedangkan Adriana lahir dan tumbuh di Adelaide kota terbesar kelima di Australia. Yang penting Adriana cantik, tinggi (bahkan lebih jangkung daripada Casey), ramping dan rupawan. Pendeknya, tak kalah hot jika sekedar dibandingkan dengan para gadis arena lainnya.

Namun, bukan cuma itu keistimewaan si Sweetie Adriana bagi Casey. Putri pasangan imigran asal Cekoslowakia itu juga pernah jadi pembalap motor meski tidak juara. Orangtua Adriana, yakni Jano Tuchyna dan Vlasta yang datang ke Australia pada tahun 1982, juga antusias balap motor. Tuchyna adalah keluarga penggila motor seperti halnya keluarga Stoner.

Keluarga Tuchyna tinggal di kawasan Golden Grove dikota Adelaide. Meski sudah tinggal lama di Australia, mereka tetap memegang teguh nilai-nilai tradisional. Terlebih, mereka pernah mengalami berbagai tekanan sebelum runtuhnya komunisme di eropa timur. Di tengah liberalisme pergaulan di Australia, mereka tidak mau begitu saja melepas anak gadisnya keluyuran jauh ke luar negeri. Mereka juga tidak ingin menanggung resiko terlalu tinggi membiarkan anaknya bergaul ala gaya barat.

Maka, Casey pun terkena dampaknya. Meski tidak pernah takut mempertaruhkan nyawa menghadapi kecepatan tinggi di arena balap, ternyata hatinya menciut juga tatkala berurusan dengan cinta Adriana. Tidak sampai dua tahun terjun ke MotoGP, Casey bisa menjadi juara dunia. Namun, meski sudah dua tahun kontak dengan Adriana, Casey belum pernah sekali pun bisa mengajaknya kencan di luar. Butuh proses lebih alot lagi buat ia meminang Adriana daripada ia merebut juara dunia.

Hubungan cinta mereka memang tidak senormal para remaja pada umumnya, mereka jarang bertemu secara fisik. Berkedok pertemuan biasa dengan Ayah Adriana, hasil pembicaraan empat mata itu jadi rahasia urusan dua lelaki tersebut yang tidak diketahui Adriana.

Maka, Casey pun diam-diam semakin membulatkan tekadnya untuk mempersunting Adriana. Pada saat yang sama, ia juga menyiapkan strategi untuk mendapatkan kata ‘YA’ dari Adriana. Meskipun sudah sekian tahun berpacaran jarak jauh, Casey ingin melakukan sesuatu yang istimewa untuk meminang Adriana seromantis mungkin.

Sebulan setelah pertemuan dengan Ayah Adriana, Casey ingin mengeksekusi rencananya terhadap Adriana. Setelah kecelakaan spektakuler yang mendepaknya dari GP Italia, Casey punya cukup waktu luang untuk mewujudkan keinginannya. Ingin membuat kejutan besar pada Adriana, ia diam-diam terbang ke Adelaide. Tanpa memberi kabar terlebih dahulu, ia apel ke rumah si gadisnya. Meski sudah mendapat restu dari orangtua Adriana, Casey ingin memastikan Adriana mau menerima pinangannya.

Sungguh romantis kala itu, kata Adriana. “Saya sama sekali tidak menyangka Casey bakal datang. Kala itu, saya baru pulang sekolah dan ternyata dia sudah ada di rumah menunggu saya. Setelah mengobrol sejenak, ia mengajak saya keluar ternyata ia sudah menyewa limosin dan memesan makan malam di restoran. Lalu kami jalan-jalan keluar cari angin, di antara gemerlapnya bintang-bintang malam di Adelaide, ia berlutut di hadapan saya. Ia mengungkapkan niatnya untuk melamar saya dan sangat berharap saya mau menikah dengannya. Saya terharu, saya hanya bisa menatap matanya dan langsung bilang Ya ya ya….. Lalu kami berpelukan lama sekali.”😀

Sungguh, ini gaya melamar yang kuno. Mirip seperti adegan dalam drama karya Wiliam Shakespeare. Sangat beda dengan gaya kebanyakanpemuda australia yang lebih liberal, sangat beda dengan pembalap lain yang hobi gonta-ganti pacar dari kalangan selebriti, sangat beda dengan pembalap yang tidak pernah juara tapi sering menjadi berita karena memacari figur-figur yang sering muncul di televisi.

Mengenai kekunoan caranya ini, Casey pun menjelaskan, “ini satu-satunya cara yang saya ketahui untuk meminang wanita, saya tidak tahu apakah ada cara yang lebih baik dan lebih benar daripada ini. Apa memang ada cara lain yang lebih sopan daripada menanyakan langsung dengan baik-baik pada orang tuanya dan pada yang bersangkutan? Saat mengajukan lamaran, saya merasa sangat yakin bakal diterima. Sama sekali tidak rasa nervous, saya tahu betul ia akan bilang ‘Ya’ dan memang demikian adanya.”

1278714picturery3

Pada 6 januari 2007, Casey yang berusia 21 tahun dan Adriana yang berusia 18 tahun menikah di St. Peter’s Cathedral di Adelaide. Pernikahan pasangan muda ini tampak agak terburu-buru, bukan karena kebelet melampiaskan hasrat, tapi harap maklum saja karena jadwal kerja begitu ketat sudah menunggu Casey. Setelah pernikahan ini, Casey bahkan harus menunda bulan madu karena harus segera terbang ke Bologna di Italia untuk menghadiri peluncuran timnya, Ducati. Ia juga tidak bisa semaunya pulang ke Australia karena padatnya musim kompetisi 2007 termasuk 18 balapan di 17 negara dalam tempo delapan bulan. Bulan madu mereka pun diselipkan di antara jadwal pekerjaan.

2853747270_1_17_u1dvYmVc

“Bayangkan, jadwal waktu di depan itu berarti membuat kami harus pisah enam atau delapan bulan, itu terlalu lama. Kami sudah lama saling cinta, dan saya tidak menginginkan orang lain. Orang tua saya dan orang tua Adriana juga sependapat. Maka, segera menikah adalah ide yang baik. Dengan menikah maka saya dan Adriana sudah ada ikatan, andai saja harus pisah beberapa bulan kamu sudah bisa menjaga diri sendiri. Namun, tentu saja saya tidak ingin seperti itu. Saya akan ajak dia ke mana saya pergi,” kata Casey.

Sejak pernikahan itu, Casey Stoner dan Adriana Tuchyna tampak tak terpisahkan. Dalam karier yang memicu adrenalin, Casey mengaku tak satu pun yang lebih dahsyat daripada pernikahannya dengan Adriana. Keputusan menikahi Adriana adalah salah satu hal paling hebat yang pernah ia lakukan dan ia dapatkan.

Casey bahkan dengan senang hati menantang omongan orang bahwa menikah muda bakal penuh dengan bencana. Menurutnya, menikah muda justru bisa menenangkan keadaan. “Menikah adalah saat terbaik dalam hidup saya. Banyak orang bilang, menikah dalam usia 21 tahun adalah terlalu dini. Bagi saya, ini justru hal yang terbaik yang pernah saya lakukan dalam hidup,” kata Casey.

Adriana juga sependapat dengan itu. Ia jauh-jauh hari sudah menetapkan hati untuk siap melepas masa lajang di usia muda. “Saya siap menikah muda jika saatnya memang datang. Saat ada orang yang tepat melamar saya, maka jawaban yang saya berikan adalah ‘Ya’. Saya siap menikah dengannya kapan saja dia minta,” kata Adriana.

Setelah pernikahan, Adriana berada di arena kapan saja Casey berlomba. Dengan harap-harap cemas, ia selalu berdoa agar suaminya memenangi balapan. Seolah, setiap debaran jantung Casey saat menghadapi saat-saat kritis, Adriana juga merasakannya. Adriana mengaku jantungnya berdetak sangat keras saat suaminya melesat dengan kecepatan 330km/jam dalam duel melawan Valentino rossi. Namun, gadis itu punya keyakinan besar terhadap kemapuan Casey. “Saya selalu yakin pada kemapuan Casey. Namun, balap di Qatar, saat ia menang untuk pertama kalinya, adalah saat-saat yang sangat buruk bagi saya. Kala itu jantung saya berdetak sangat keras sepanjang waktu perlombaan. Saya sampai lupa seberapa lama dan seberapa sering saya menahan napas,” kata Adriana.

Ikatan kemesraan pasangan itu tampak di pinggiran arena. Setelah mengarungi kecepatan motor dan menghentikannya, Casey selalu mendapati Adriana di antara kerumunan fans. Tak jarang Casey memeluk Adriana dan Adriana memasangkan kembali cincin pernikahan ke jari Casey yang baru saja lepas dari sarung tangan seusai balapan. Di luar arena, kemesraan itu juga bisa dirasakan. Jika ada kesempatan bertemu wartawan, Adriana tidak segan-segan menunjukkan romansa ia dengan Casey. Adriana juga boleh dikata selalu mendampingi Casey dalam acara-acara pemotretan.

Adriana-Stoner-puts-the-wedding-ring-on-0000015951

“Kewajiban istri adalah selalu ada di mana saja suaminya berada, memberikan dukungan dan cinta, terutama saat bertarung di sirkuit balap internasional. Di luar arena, istri juga harus memberikan dukungan pada suami. Di rumah, istri mengurus kebutuhan sehari-hari suami sebaik-baiknya,” kata Adriana.

Dia arena MotoGP dengan mengendarai motor super Ducati 800cc, usia Casey bisa dikata relatif seperti anak-anak yang bermain di dunia pria dewasa. Saat menikah dalam usia 21 tahun pun, ia dianggap (mengutip lagu milik the BeeGees – too young to be married). Namun, Casey tidak pernah memperdulikan semua sindiran itu. Dengan besar hati ia membalik ramalan-ramalan orang. “Menikah justru banyak membantu saya dalam balapan. Istri saya bisa membuat saya tetap tenang,” kata Casey.

Meski kariernya banyak memacu adrenalin, Casey merasa tidak ada hal yang lebih menenangkan dibandingkan pernikahannya dengan Adriana. “Ada banyak orang yang mungkin berpikir, menikah pada usia 21 tahun adalah terlalu dini. Tapi jujur saja, ia hal terbaik yang pernah saya lakukan, menikah telah membuat diri saya berubah.”

Buktinya, sebelum menikah kariernya banyak diwarnai oleh kecelakaan sehingga ia dijuluki ‘Crashy Stoner’. Sekarang, setelah menikah, Casey seolah-olah menjadi pembalap yang sangat berbeda. Ia menjadi orang yang lebih matang. “Pernikahan ini sungguh sangat membantu saya dalam karier. Jelas segalanya akan menjadi lebih mudah jika saya sudah bisa jauh lebih rileks saat berada di lintasan pacu. Saya jadi tidak merasa begitu tertekan dan stres sepanjang waktu. Sekarang saya memiliki seseorang di dalam ataupun di luar arena. Perasaan semacam ini tidak pernah saya rasakan beberapa tahun sebelumnya. Tahun 2006, misalnya saya dipusingkan oleh sejumlah hal. Orang tidak mau mendengarkan alasan saya, dan hanya mempermasalahkan saya. Itu membuat saya jadi menyalahkan diri saya sendiri. Sekarang kondisinya tidak lagi begitu. Saya punya orang lain untuk berdiskusi, saya punya alternatif untuk memecahkan masalah. Saya menjadi lebih tenang. Jadi, Pernikahan ini sungguh baik.”

Pernikahan dengan Adriana tersebut juga menunjukkan betapa bedanya alam pikiran Casey Stoner dengan pikiran kebanyakaan orang. Dia tidak takut kawin muda saat karier dan popularitas mulai meroket. Ia juga bahkan mengkritisi cara hidup barat yang menganut hidup serumah tanpa ikatan pernikahan bahkan sampai memiliki anak. Menurut Casey, menikah dalam usia muda dengan Adriana membuatnya lebih bersemangat mengarungi kehidupan.

“Hasil juara dunia 2007 sungguh tak saya impikan sebelumnya. Itu bisa datang begitu cepat bersama tim yang hebat, Ducati. Semua ini sebuah kejutan. Faktor penunjang yang penting lainnya adalah kehadiran Adriana sebagai istri. Sejak pernikahan Januari, saya jadi mampu lebih konsentrasi di setiap lomba,” ujar Casey.

Lebih lanjut, ia menambahkan Adriana mengelola rumah tangga dengan sangat baik. Adriana memastikan dirinya isrtirahat cukup dan tidak begadang sambil minum-minum sebagaimana yang biasanya dilakukan banyak anak muda. “Saya juga tidak suka minum alkohol karena membahayakan kesehatan dan mengurangi konsentrasi,” ucapnya.

Lalu, bagaimana perasaan Adriana sepanjang menjalani hidup bersama Casey? Apakah ia rela tinggal dalam karavan bersama suaminya, dua mertuanya, dan kakak iparnya? Apakah ia siap mengikuti langkah sang suami berkeliling dunia? Bersama kedua mertuanya, Adriana sudah biasa. Ia sering tampak bersama keduanya saat berada di samping arena balap menyemangati Casey. Hidup di karavan memang sempat terbayangkan. Namun, itu bukan kenyataan. Casey sudah mendapatkan tempat tinggal di Monte Carlo karena kontraknya dengan Ducati sudah cukup menghasilkan uang.

Adriana tidak terlalu memperdulikan berbagai ucapan orang karena sejak awal ia sudah merasakan adanya ikatan dengan Casey. Selain perasaan kasih dan sayang, Adriana mengaku selalu merasakan jantungnya berdebar keras sepanjang Casey bertarung. Saat orang lain masih menerka-nerka bakat dan kehebatan Casey, Adriana sejak pertama kali bertemu 2003 sudah bisa meyakininya. Dalam usia 14 tahun, Adriana merasa CCasey bakal memenangi balapan di kelas tinggi. Sesaat setelah menikah, Adriana bisa menyaksikan Casey mengalahkan Valentino Rossi dan merebut gelar juara dunia.

~FIN~

Bonus pic😀

1003010

T-shirt couple-nya keren banget yakkk…😀 sama-sama ada angka 27

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s