Flash Fiction : Api di Rumah Seberangku

Malam itu semua tampak biasa-biasa saja. Tak ada firasat apapun. Aku duduk di tangga bawah pintu rumahku, menunggu Mama yang tengah memasak di dapur.

Percikan minyak yang terkena air terdengar begitu menyenangkan. Aku memperhatikan Mama dengan saksama. Beliau sedang memasak sayur kangkung untuk makan malam.

Mataku kemudian menatap ke depan yang langsung mengarah keluar rumah, tepat di titik rumah seberangku. Tanganku masih memegang boneka Barbie, mainan khas anak seusiaku.

Dirumah itu ada yang janggal. Pantulan lampu teplok di dinding rumah itu seperti tengah membakar isi dalamnya. Aku tidak tahu apa yang terjadi. Mataku terus memperhatikan rumah, hingga tak lama setelah itu aku melihat seorang bocah kecil dengan tubuh penuh kobaran api berlari keluar dari pintu rumah itu dan langsung menuju belakang rumahnya.

Tubuhku gemetaran. Karena takut? Entahlah aku tidak tahu. Dan saat itu juga aku berteriak histeris.

“Mama…!!! Yoga dibakar api!”

Terus berulang-ulang hingga Mama menghampiriku dan meraihku kedalam pelukannya. Aku menangis sekuatnya. Setelah itu aku tidak tahu apa yang terjadi.

Keesokan harinya saat aku bangun dari tidurku, dan kulihat dari tempatku duduk semalam, banyak orang yang mengunjungi rumah itu. Ada apa? Aku bertanya-tanya. Lalu, aku mendapatkan jawabannya ketika kulihat sebuah pick-up yang mengangkut peti mati.

***

PS : Cerita ini ditulis berdasarkan kisah nyata yang pernah terjadi 12 tahun yang lalu. Dan akulah yang menjadi penonton saat tragedi itu berlangsung.

2 thoughts on “Flash Fiction : Api di Rumah Seberangku

    • Dia 3 tahun lebih tua dari aku sih. Soalnya waktu kejadian aku masih berumur 3 tahun. Kejadiannya tuh tragis banget gara-gara kesalahan orang tuanya yang salah menuangkan minyak (mereka kira itu minyak tanah, padahal itu bensin) ke lampu teploknya.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s