Pelangi Senja

Menatapnya dari jauh, seperti dulu. Wajah cantiknya tanpa polesan make-up membuatku kagum. Aku tertawan olehnya. Dia bagaikan matahari yang bisa menghangatkan orang disekitarnya, kecuali aku. Aku merindukannya, tapi dia terlalu nyata untuk kucintai. Aku hanya bayangan semu yang tak tampak, namun aku bisa menghadirkan diriku jika gadis itu bersedia menerimaku.

Namanya Pelangi Senja, lahir disaat senja setelah hujan dan memunculkan pelangi. Makanya ia diberi nama itu. Panggilannya Senja, tapi aku tak berani memanggilnya. Takut jika ia akan membenciku.

Takdir seperti tidak berpihak kepadaku. Malam itu ia mengenakan gaun panjang berwarna putih dan menggerai rambut panjangnya. Dia sangat cantik. Aku melihatnya keluar dari rumah dan diluar sana sudah ada yang menunggunya. Pacarnyakah itu?

Senja masuk kedalam mobil pria yang menunggunya tadi. Hatiku tiba-tiba senduh menatap kepergiannya bersama pria itu.  Aku kalah telak karena terlalu mencintainya hingga sekarang aku menerima hukumannya. Hatiku sakit.

Waktu serasa lambat ketika aku menunggunya pulang. Aku bertekad malam ini juga aku harus menyapanya walaupun jika ia nantinya akan membenciku. Tidak salahkan jika kita mencoba?

Senja pulang tentunya bersama pria tadi. Gadis itu kemudian melangkah masuk ke rumahnya. Hmm… Sepertinya ini momen yang saat pas.

Aku pun keluar dari persembunyianku.

“Senja…,” panggilku lantang. Gadis itu menoleh ke belakang. Matanya membelalak kaget dan mukanya pucat pasi. Bisa kulihat ia menelan ludah karena syok melihat siapa yang memanggilnya.

“Hai…,” balasnya dengan suara yang sedikit bergetar tapi sangat lembut.

“Boleh kita saling mengenal, Senja?”

“Ya,” jawabnya. Astaga Senja tidak takut padaku. Oh, syukurlah. Tiba-tiba saja ia sudah tergeletak di depan teras rumahnya. Kenapa dia?

Pintu rumahnya tiba-tiba terbuka dan keluar seorang wanita paruh baya, ibu Senja. Wajahnya kaget melihat Senja tergeletak didepannya. Namun ia lebih kaget lagi ketika melihatku.

“Po… Po… Pocong….,” ibu Senja teriak ketakutan.

End

One thought on “Pelangi Senja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s