Harapan Semu

Aku adalah kata yang kau tulis

Dan kau adalah rasa yang tak mampu kubaca

Hanya sebagai sahabat. Itulah status hubunganku dengan dengan Ladyra saat ini. 2 bulan yang lalu saat dia mengembalikan bukuku dan disaat itu juga aku berkenalan dengannya. Semakin hari hubungan kami semakin dekat dan akhirnya menjadi sahabat. Hari-hari yang kujalani bersamanya, walaupun tidak sesering dia menghabiskan waktunya bersama kekasihnya, tapi aku merasa Ladyra adalah sosok gadis yang memiliki kepribadian unik yang tidak dimiliki oleh gadis lain. Aku tak pernah menyerah untuk terus mendekatinya dan syukur-syukur kalau dia putus sama kekasihnya. Keterlaluan memang tapi jujur aku sangat mengharapkannya.

Namun, harapanku pupus seketika. Hari itu Ladyra memberiku surat undangan pertunangannya. Hatiku seperti disayat sembilu tajam dan saat itu juga aku berharap tidak pernah menghirup udara lagi karena oksigenku sudah dimiliki orang lain.

“Berhentilah mengejar Ladyra, Rio. Percuma saja kau mendekatinya. Ladyra sendiri yang mengatakannya kepadaku bahwa dia sama sekali tidak memiliki perasaan apapun terhadapmu. Dia hanya menganggapmu sebagai sahabat. Jadi simpan saja cintamu untuk gadis lain. Lagi pula, sebentar lagi dia akan bertunangan. Jauhilah dia sebelum kau lebih sakit lagi,” kata salah seorang sahabat Ladyra. Bagus! Itu semakin menyakitiku. Berarti selama ini usaha yang kulakukan, tidak sedikitpun membuatnya merasakan perasaan cintaku untuknya.

Saat itu aku mulai mundur menjauh darinya tapi Ladyra semakin mendekat kepadaku dengan alasan persahabatan. Itu semakin menyiksa batinku dan perih yang kurasakan karena dirinya. Bibirnya tersenyum sumringah bahagia saat bertemu denganku. Dia memunculkan harapan kosong untukku. Lagi. Atau aku yang terlalu bodoh karena terlalu sering berharap.

Dia hanya menulisku sebagai seorang sahabat dikertas dan menyimpan dimemori otaknya agar aku selalu diingatnya. Aku pernah tanya dengannya mengapa menjadikanku sebagai sahabatnya. Tapi jawabannya membuatku ragu, antara keinginan atau hanya permainan. Sulit untuk kubaca perasaannya. Sebaliknya, aku ibarat buku terbuka yang terang-terangan mendekatinya dan secara tak langsung mengungkapkan perasaanku kepadanya, Gadis jatuh cintaku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s