Gadis Jatuh Cintaku

Jika kita memang berjodoh,

Maka takdir akan mempersatukan kita….

Pernahkah kau merasakan mencintai seseorang tapi kau mengorbankan perasaanmu sendiri untuk rela disakiti karena api cemburu yang membakarnya? Aku mengalaminya. Gadis yang berdiri beberapa meter didepanku ini adalah gadis yang kutaksir selama 3 tahun. Aku ingin sekali menghampirinya, bicara dengannya dan berkenalan lebih jauh. Tapi aku tak berani melakukannya. Kelewat pengecut memang. Aku punya alasan kuat untuk tidak melakukan hal tersebut. Ia sudah punya kekasih.

Aku sadar posisiku dan tak ada ruang untukku untuk mengenalnya. Satu-satunya hal yang dapat membuatku bertahan mencintainya dalam diam hanya menatap wajahnya dari jauh yang terpisah dengan jarak pemisah yang mustahil untuk dihancurkan.

Gadis itu diibaratkan oksigen hidupku. Saat itu, tidak mencintainya sama dengan tidak menghidup udara bagiku. Aku tidak bisa menarik nafas dengan benar. Tapi hanya melihat senyumannya, semuanya terasa mudah. Hanya sebuah senyuman mampu meredakan sedikit rinduku ketika malam saat aku sedang merindukannya.

Kulihat gadis itu menoleh saat seseorang memanggilnya dari belakang. Raut gembira langsung terpancar saat melihat siapa yang memanggilnya. Dan saat itu juga hatiku seperti tercabik-cabik. Ada perasaan yang tak bisa kujelaskan karena terlalu sakit untuk diungkapkan dengan kata-kata. Haruskah aku tersiksa begini melihat gadis yang kucintai bahagia bersama orang lain?

Hati kecilku memerintahkan untuk meninggalkan tempat ini dan aku menurutinya. Aku berjalan menuju mobilku yang terparkir rapi dijejeran kendaraan lain diparkiran kampusku. Saat aku hendak membuka pintu mobilku, tiba-tiba saja ada yang menepuk bahuku dari belakang. Aku sontak menoleh dan… kaget melihat siapa yang ada dihadapanku saat ini. Gadis yang kucintai dan yang kunamai dengan Gadis Jatuh Cintaku karena gadis itu akan kucintai sampai mati. Karena gadis itu telah merebut seluruh perhatianku dan membuatku menaruh rasa cinta yang begitu besar terhadapnya.

“Hai…,” sapanya sedikit salah tingkah,”ini buku kamu, kan? Tadi ketinggalan dikantin,” lanjutnya sambil menyodorkan sebuah buku yang cukup tebal.

“Terima kasih,” ucapku seraya mengambil buku tersebut.

“Oh ya, nama aku Ladyra. Nama kamu siapa?” tanya Gadis Jatuh Cintaku lembut.

“Aku Rio,” jawabku sambil tersenyum. Beginikah rasanya jatuh cinta yang sebenarnya?

The End

One thought on “Gadis Jatuh Cintaku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s