Kampung Justin Bieber

Genre : Comedy, Parody, geje

Cast : Justin Bieber, Hap ( yang iklan axis itu lho…), Cristiano Ronaldo, Ricardo Kaka, Cesc Fabregas, Lionel Messi, Casey Stoner, Jorge Lorenzo, dan Valentino Rossi

Warning!!!

Ini adalah tulisan gila dari saya yang terkena demam geje-geje style. Dan jika anda menemukan banyak kesalahan kata-kata yang melanggar EYD, harap dimaklumi. Karena itu memang disengaja oleh saya… Oke, Happy Reading…. ^_^

Note : ini cerita murni dari pemikiran saia sendiri. Apa bila ada kesamaan tokoh atau alur cerita itu mungkin hanya kebetulan semata tanpa di sengajai. Dan di dalam cerita ini ada beberapa nama pemain sepakbola dan pembalap MotoGP serta beberapa iklan yang saya parodikan. Sekali lagi saya tegaskan bahwa cerita ini hanya PARODI! So, No hate and No bashing!

Happy reading… ^_^

Pada suatu hari, di suatu hutan yang sangat lebat yang terdapat sebuah perkampungan yang dinamai ‘Geje-geje’. Kenapa dinamai geje-geje? Karena seluruh penduduk di kampung tersebut pada geje-geje.

Di kampung geje-geje tersebut, tinggallah seorang pria yang bernama Justin Bieber. Dia adalah anak dari kepala suku di perkampungan itu. Konon, nama Justin diberikan oleh emaknya sendiri, karena saat emaknya hamil, emaknya ngidam pengen ketemu Justin Timbulek, actor hollywood yang pernah syuting toya-toya waffer chocolatos di kampung mereka. Nah, saat emaknya Justin mau ngelahirinnya, emaknya meninggal dunia karena keselek ludahnya sendiri saking senangnya saat menatap muka Justin yang mirip actor favoritnya. Akhirnya emak Justin pun di kubur di TPU Tanah Abang.

Suatu hari, bapaknya Justin suruh anaknya ke hutan untuk mencari mangga muda, karena istri keduanya alias emak tirinya Justin lagi ngidam. Sebagai anak yang patuh, Justin pun pergi ke hutan. Sampai disana, dia melihat pohon mangga yang berdiri tegak menantang di depannya. Lalu Justin pun manjat pohon itu. Tapi karena lebar pohon mangga itu yang mempunyai diameter 3 m, Justin kesulitan menaikinya.

Namun, sepertinya keberuntungan berpihak kepadanya, Justin melihat seorang pria berbadan besar dan kepala plontos sedang berdoa di pokok duren. Nah… Ternyata pria itu adalah HAP, calon penjaga gawang yang main iklan Axis. Segera saja Justin menghampiri HAP yang sedang berdoa.

“Woy… Hap!!!,” seru Justin.

Hap menoleh ke arah Justin dan menghampirinya.

“Nape lu manggil-manggil gue?” tanya HAP sambil garuk-garuk udelnya.

“Gue boleh mintak tolong gak?”

“Apaan?”

“Lu liat kan, tuh pohon mangga yang besar dan tingginya minta ampun. Nah, badan lu kan besar, tolong donk tabrak tuh pohon biar buahnya jatuh semua,” kata Justin seraya menunjuk ke arah pohon mangga.

“Wani piro?” Hap berlagak ala Parto OVJ.

“Gak ada duit lah, Hap. Gua kasih doa aja ya, biar lu cepet-cepet jadi penjaga gawang Timkamje (tim kampung geje-geje). Gimana?” tawar Justin mengedip-ngedipkan matanya.

“Okelah,” ujar Hap.

Hap pun memposisikan dirinya seperti banteng. Kemudian dia segera berlari dan menabrakan tubuh gembrotnya ke pohon. Alhasil, jatuhlah semua buah mangga di pohon tersebut. Dan sial bagi Hap, dirinya langsung tepar tak sadarkan diri. Tapi Justin tak peduli dengan Hap. Dia harus cepat mengumpulkan semua mangga-mangga itu.

Setelah mengumpulkan semua mangganya, Justin pun kembali bingung. Bagaimana dia bisa membawa semua mangga ini? Tadi dia lupa bawa karung.

Dari belakang Justin terdengar suara berisik-berisik. Muncullah Cristiano Ronaldo dan Ricardo Kaka yang sedang main oper-oper bola ping-pong. Ditangan mereka masing-masing memegang bungkusan kacang 2 playboy. Mereka pun berlalu masuk lagi ke dalam hutan.

Justin bingung sendiri, ini dihutan apa di lapangan bola sih. Kalo Hap sih iya, maklum mencari tempat yang khusyuk untuk berdoa supaya mimpinya menjadi kiper timkamje terkabul. Nah, kenapa ada Ronaldo dan Kaka pulak? Terus bawa bungkusan kacang 2 playboy segala. Mau iklan bang? Tapi kok di hutan sih? Anehh!!

Lalu terdengar lagi suara berisik-berisik di belakang Justin. Nah… Kali ini muncullah Lionel Messi dan Cesc Fabregas yang membawa sekarung besar harta karun di pundaknya. Mereka berdua pun berlari ke arah Justin.

“Eh, lu liat Ronaldo dan Kaka gak?” tanya Messi dengan nafas ngos-ngosan.

“Anjirr banget tuh orang berdua. Masa bola pingpong kita di curi. Padahal kan itu satu-satu bola kita,” Fabregas menambahkan.

“Salah lu sih bro. Kan bola kita sebenarnya ada 2. Satunya lu minjemin ke Nurdin M. Top, trus tuh orang malah bikin bom di bola kita dan ledakin di hotel J.B. Marriott. Hancur deh bola kita. Padahal kan itu belinya pake gaji aku selama 4 musim main di Barcelona,” tuduh Messi mewek.

“Ye… Gitu aja mewek! Udah ah, mending kita cari lagi tuh orang berdua. Eh, lu dari tadi ditanya kok gak jawab-jawab sih?” Kini Fabregas kembali ke pertanyaannya.

Justin menunjuk ke arah barat, Messi dan Fabregas pun kemudian mengikuti petunjuk Justin. Sebelumnya meninggalkan Justin, Fabregas menurunkan karungnya dan mengeluarkan 1 bungkus biskuat yang diiklaninnya di tipi-tipi Endonesia.

“Nih buat lu… BIAR JADI MACAN!!!” Fabregas memperagakan gaya iklan di tipi sambil menyodorkan bungkusan itu ke Justin.

“Kumat lagi deh…,” sahut Messi.

“Gak pa-pa lah bro. Lumayan kan buat nambah-nambah gaji kalo gue makin terkenal. Udah yukk, kita kejer lagi tuh orang,” ajak Fabregas. Mereka pun berlalu.

Hari yang aneh!! Apa ini ya sebabnya kampung mereka dikasih nama geje-geje. Masa pemain bolasepak (bahasa malaysia) pun bisa masuk kampung. Kenapa gak sekalian pembalap MotoGP? pikir Justin.

Namun tiba-tiba, suara rong-rongan motor memecah keheningan di hutan. Juara dunia MotoGP tahun 2011, Casey Stoner terlibat skandal *apaan ini?* saling meng-over take dengan rivalnya mantan juara dunia tahun 2010, Jorge Lorenzo. Sementara dibelakang mereka, terlihat seorang pembalap yang memakai nomor punggung *PLAK! Emangnya sepak bola* 46 terlihat sedang mendorong motornya karena mengalami masalah front-end yang menyebabkan motornya mogok dijalan.

Ini benar-benar gila! Benar-benar geje seperti penulisnya.

Kring…. Kring….

Iphone Justin berbunyi, sejenak dia melihat display. Oh… Ternyata bapaknya yang telpon. *ceritanya kampung mereka udah modern, makanya udah ada android*

“Iya, Pak,” sahut Justin.

“Lama amir sih, Nak! Emak tirimu dari tadi udah rengek-rengek nih minta mangganya. Cepetan donk! Habis rambut bapakmu ini di jambak-jambak!”

“Iya… Iya… Ini juga udah mau pulang kok. Udah ya…,”

Justin pun menutup telepon. Karena tidak menemukan karung disekitarnya, akhirnya dia hanya membawa beberapa buah mangga saja yang dia bungkus dengan bajunya. Dia pun berjalan pulang dengan keadaan setengah bogel. Namun, tiba-tiba saja angin berhembus sangat kencang, bahkan badai tornado pun kalah kencangnya saat Justin melintasi pokok duren tempat Hap bersemedi. Akhirnya Justin ketimpa duren runtuh dan tewas mengenaskan di tempat kejadian dengan ribuan tusukan dari buah duren di sekujur tubuhnya.

Tamat!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s